Jelang Seleksi PPPK 2019, Tenaga Honorer K2 Sragen Resah

Sekitar 1.190 tenaga honorer K2 berkumpul di gedung Al Mabrur, Klaten untuk menerima insentif melalui APBD Perubahan 2018, Rabu (28/11/2018).(Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
12 Februari 2019 12:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Badan Kepegawaian Negara (BKN) dinilai tergesa-gesa dalam mengumumkan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 karena sistemnya belum siap.

Hal itu membuat resah para tenaga honorer kategori II (K2) di Sragen. Apalagi mereka yang berumur 40 tahun ke atas resah dengan tes seleksi menggunakan computer assisted test (CAT) dalam rekrutmen PPPK 2019. Sebagian dari mereka tidak mampu mengoperasikan komputer secara online.

Seorang pegawai honorer dari SDN 1 Sambirejo, Sragen, Yadi, 53, saat dihubungi Solopos.com, Senin (11/2/2019), mengatakan tidak memantau seleksi PPPK tetapi dia mendapat kabar dari temannya bahwa pendaftaran PPPK diundur.

Dia mengaku secara teknis tidak mengetahui mekanisme pendaftaran PPPK. “Kalau diundur berarti sistemnya belum siap. Katanya pemberitahuannya tanggal 10 Februari tetapi begitu dibuka belum bisa. Kalau belum siap kok diumumkan berarti BKN tergesa-gesa. Kalau seperti itu teman-teman lain yang mau mendaftar jadi ikut tergesa-gesa untuk mengumpulkan berkas,” ujarnya.

Selain persoalan itu, Yadi menyampaikan banyak honorer K2 yang umurnya di atas 40 tahun menjadi resah dengan adanya ketentuan tes dengan komputer atau CAT. Dia mengatakan CAT itu bagi anak-anak muda mudah tetapi bagi yang sudah tua sulit.

Dia berharap honorer K2 yang tua-tua mestinya disosialisasikan perihal tes pakai komputer itu. “Orang-orang tua seperti saya apa ya mampu belajar komputer. Nanti mengerjakannya bagaimana. Teman-teman yang seusia saya menjadi resah,” ujarnya.

Seorang guru honorer lainnya, Yani, 34, juga berencana mendaftar PPPK tetapi kecewa setelah mendengar pendaftaran diundur. Dia menilai pengunduran waktu pendaftaran ini menunjukkan BKN belum siap dengan sistemnya.

“Tadi ada teman yang menanyakan hal itu ke BKPP [Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan] Sragen. Ternyata memang benar diundur. Ya, sudah, ditunggu saja,” katanya.

Yani mengaku siap dengan CAT dalam PPPK 2019. Dia mengatakan bagi honorer yang sudah tua memang CAT menjadi persoalan tersendiri. Dia menilai tidak semua bisa komputer terutama yang tua-tua dan CAT itu jadi kendala tersendiri bagi mereka.