Sopir Bus Tabrak Panther Tewaskan 7 Orang di Boyolali Divonis 4 Tahun Penjara 

Olah TKP kecelakaan di Boyolali yang menewaskan 7 orang, Minggu (14/10 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
12 Februari 2019 17:40 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :
Solopos.com, BOYOLALI -- Sopir bus pariwisata yang menabrak mobil Isuzu Panther hingga mengakibatkan tujuh orang meninggal di Pertigaan Wika, Boyolali, Arif Hartoyo, 46, divonis empat tahun penjara.
Vonis tersebut dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Boyolali yang terdiri atas Agung Wicaksono, Wungu Putro Bayu Kumoro, dan Eka Yektiningsih dalam sidang yang digelar di PN setempat, Senin (11/2/2018) sore.
Agung kepada Solopos.com, Selasa (12/2/2019), mengatakan terdakwa Arif Hartoyo yang merupakan sopir bus dalam kecelaaan itu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 310 ayat (4) Udang-Undang (UU) Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Pasal 310 ayat (2) UU yang sama.
Vonis tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali dalam sidang yang digelar sebelumnya, Senin (21/1/2019) di PN setempat.
Sementara itu, penasihat hukum Arif Hartoyo menyatakan vonis tersebut terlalu berat. Menurut M.T. Anggo dari Muhammad Taufiq dan Partners, Solo, pertimbangan majelis hakim tidak mengakomodasi seluruh hal-hal yang meringankan terdakwa. 
“Terhadap putusan empat tahun tersebut sangat berat bagi diri terdakwa. Apa yang dijadikan pertimbangan majelis hakim tidak mengakomodasi seluruh hal-hal yang meringankan terdakwa, terutama kondisi terdakwa. Sementara untuk upaya hukum banding, kami masih pikir-pikir,” ujarnya.
Kondisi terdakwa yang dimaksud antara lain Arif sebagai tulang punggung keluarga dengan anak yang masih kecil. Seperti diketahui, dalam kecelakaan maut tersebut, bus pariwisata milik Mata Trans Solo yang dikemudikan Arif menabrak minibus Isuzu Panter di pertigaan Wika sebelah barat Ayam Penyet Rejosari, jalan Boyolali-Solo, Dukuh Pomah RT 004/RW 001 Desa/Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Sabtu (13/10/2019) sore. 
Akibatnya tujuh dari sembilan penumpang mobil Panther meninggal dunia. Para korban yang hampir semuanya warga Ampel ini masih memiliki hubungan keluarga.