MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar Buka Program Boarding Tahun Ini

Siswa MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar menunjukkan kebolehan di hadapan teman-teman, warga sekitar, dan tamu undangan saat acara Aksi Untuk Negeri di halaman sekolah, Minggu (10/2 - 2019). (Solopos/Sri Sumi Handayani)
12 Februari 2019 02:00 WIB Chelin Indra Sushmita Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Seribuan orang dari berbagai kalangan berkumpul di MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar, Minggu (10/2/2019), untuk memeriahkan jalan sehat. Kegiatan yang diberi nama Aksi untuk Negeri itu dimulai pukul 07.00 WIB. Adapun peserta kegiatan ini adalah siswa madrasah, wali murid, warga sekitar sekolah, tokoh masyarakat, perangkat desa, komite sekolah, serta staf pengajar.

Kegiatan tersebut digelar MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar secara rutin setiap tahun. Kali ini, MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar menggandeng Forum Komunikasi Pemuda Indonesia (FKPI) Gondangrejo. Kepala MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar, Musbani, menyampaikan, Aksi untuk Negeri itu dimeriahkan serangkaian acara, mulai dari penanaman 1.000 pohon keras, yakni jati dan mahoni, donor darah diikuti 35 orang, jalan sehat sejauh dua kilometer, menyantuni 35 orang warga kurang mampu, dan lain-lan.

Acara tersebut juga digelar merayakan milad ke-16 Muhammadiyah sekaligus ajang memperkenalkan MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar kepada masyarakat. Pada tahun ajaran kali ini, MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar membuka program khusus alias boarding.

"Ini sebetulnya dalam rangka milad ke-16 Muhammadiyah. Selain itu, ini upaya penjaringan atau penerimaan siswa baru. Kami memperkenalkan sekolah. Kami menargetkan empat kelas dengan perincian tiga kelas reguler dan satu kelas khusus (boarding). Hingga kini, sudah ada 67 orang yang mendaftar," kata dia saat berbincang dengan Solopos.com.

Musbani menjelaskan, alasan MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar kelas khusus atau boarding sebagai bentuk inovasi dibuka untuk meningkatkan prestasi sekolah. Dia memastikan sekolah sudah menyiapkan guru yang mumpuni. "Pertimbangan buka boarding itu bagian dari tuntutan zaman. Kalau enggak punya inovasi bisa kalah. SDM guru menunjang. Kami punya guru strata dua. Semua guru mengajar sesuai bidang," ungkap Musbani.

Dalam kegiatan Aksi untuk Negeri kali ini, panitia menyuguhkan penampilan siswa MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar yang tergabung dalam ekstrakurikuler tertentu, seperti karawitan, baris berbaris, tapak suci, drumband, hizbul wathan, dan lain-lain. Sejumlah siswa juga menunjukkan kemampuan menghafal Juz Amma.

"Pentas seni karawitan Suryo Sugeng Laras, tapak suci Putra Muhammadiyah, dan lain-lain. Bagian dari melaksanakan visi misi yakni menciptakan generasi Islami cerdas, berprestasi, dan cinta lingkungan. Salah satunya melalui ekstrakurikuler untuk melatih life skill," jelas Musbani.

Selain penampilan siswa, panitia menyiapkan hadiah hiburan untuk peserta jalan sehat. Total hadiah yang dibagikan sebesar Rp23 juta berasal dari madrasah dan donatur. Adapun hadiah utamanya berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio. Selain itu ada juga sepeda gunung, lemari es, kambing, unggas, dan hadiah hiburan lain. Hadiah tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi untuk warga yang telah berpartisipasi.

Madrasah juga menggandeng sejumlah sekolah negeri dari Kota Solo untuk menunjukkan kebolehan dan keunggulan sekolah masing-masing. Inovasi yang dilakukan tim MTs Muhammadiyah 6 Karanganyar diapresiasi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Tarsa. Dia juga memuji partisipasi masyarakat pada acara tersebut dan kemajuan sekolah.

"Partisipasi masyarakat luar biasa. Kemajuan sekolah pun patut diacungi jempol. Semakin hari semakin berbenah diri. Mewujudkan generasi Islami dan nasionalisme tinggi. Semoga melalui pendidikan, semua berjalan lancar," ujar Tarsa saat memberikan sambutan.