Jadi Komisioner KPU Karanganyar, Devid Wahyuningtyas Menjawab Tantangan Hidup

Devid Wahyuningtyas, Ketua KPU Karanganyar - Dokumentasi pribadi
12 Februari 2019 12:19 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR - Devid Wahyuningtyas, 38, memangku jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar periode 2018-2023. Dia bersama empat anggota KPU Karanganyar lain dilantik di Jakarta pada Senin (24/12/2019) lalu. Perempuan asal Mojogedang, Karanganyar, itu mengakui belum pernah berkecimpung dengan dunia politik terlalu dalam.

Selepas kuliah, dia mengabdi kepada masyarakat melalui program UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Mojogedang sebagai sekretaris pada 2007 hingga 2018. "Orang mungkin tanya saya ini siapa kok tahu-tahu jadi Ketua KPU. Saya tertarik dunia politik atau pelayanan masyarakat sejak SMA. Kecintaan terhadap pengabdian masyarakat terasah di PNPM," kata Devid saat berbincang dengan solopos.com di Kantor KPU Karanganyar, Senin (11/2/2019).

Momen menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Mojogedang saat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) pada 2018 menjadi pemantik. Hasrat terjun ke dunia politik semakin menjadi. Dia melihat pilkada di Karanganyar menarik. Istri Pramono, 44, itu pun bersemangat. "PNPM mapan, kegiatan berjalan. Sisi jiwa yang lain itu terpanggil untuk melakukan hal lebih luas. Berkiprah di kabupaten. Saya daftar Panwascam Mojogedang enggak lolos. Bawaslu juga enggak lolos. Saya belajar dari kegagalan," tutur dia.

Ibu tiga anak itu memutuskan mengikuti seleksi KPU. Hasil tes menunjukkan Devid meraih peringkat tertinggi. Perempuan yang juga pengusaha itu merasa mendapatkan tantangan besar saat ini. Tetapi dia mengaku optimistis mampu mengemban tugas hingga akhir. Dia meyakini bahwa dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan.

"Insyallah bisa. Prinsipnya membulatkan tekad sebaik mungkin. Dukungan keluarga membuat semua berjalan lancar. Saya bahu membahu dengan suami dan keluarga besar agar tetap harmonis. Saya yakin. Kekuasaan Allah luar biasa. Niatan baik itu banyak kemudahan," ungkap dia. Dia pun mengajak anak-anaknya berjalan-jalan sembari melakukan sosialisasi pemilu ke berbagai wilayah di Karanganyar.

"Sejauh ini anak-anak senang karena mereka jalan-jalan. Mereka juga belajar tentang pekerjaan orang tua. Anak pertama usia sepuluh tahun, kedua kelas dua SD, dan terakhir 1,5 tahun. Pandai-pandai mengatur."