Bingung Sistem E-Tilang di Solo? Ini Penjelasan Satlantas

Pelanggar lalu lintas yang terpantau CCTV di simpang empat Patung Wisnu manahan (Instagram/satlantassurakarta)
13 Februari 2019 19:10 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solo resmi menerapkan sistem penanganan pelanggaran lalu lintas secara elektronik (electronic traffic law enforcement (ETLE) atau e-tilang), mulai Rabu (13/2/2019), dengan memberdayakan kamera CCTV yang tersebar di 66 titik di Kota Solo, Jawa Tengah. Kamera closed circuit television (CCTV) bisa memperbesar (zoom) gambar hingga jarak 500 meter.

Pada hari pertama diterapkan, Satlantas Polresta Solo telah menemukan beberapa pelanggar lalu lintas. Ada sejumlah foto pelanggar lalu lintas yang diunggah di akun Instagram @satlantassurakarta. Pelanggaran itu terjadi di simpang empat Patung Wisnu Manahan, simpang lima Komplang, simpang dan tiga Kerten.

"Pelanggaran lalu lintas yang terpantau CCTV di simpang empat Patung Wisnu Manahan, simpang lima Komplang, simpang dan tiga Kerten. Persiapan menerima Surat Tilang dari Satlantas Polresta Surakarta ya. Hehehehe. Budayakan tertib berlalu lintas ya sobat Lantas," demikian keterangan foto yang ditulis tim Satlantas Polresta Solo.

Foto tersebut membuat sejumlah warganet panik. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan tentang mekanisme tilang elektronik tersebut. "Selamat pagi pak. Mau tanya, semisal sepeda motor atau mobil kita dipinjam teman atau saudara terus melanggar lalu lintas gimana ya? Terus kalau kita jual kendaraan terus si pembeli melanggar dan STNK belum balik nama itu gimana gih? Mohon penjelasannya," tanya @adiejruckz.

"Kalau plat dan alamat luar Jawa Tengah cara pembayarannya gimana pak?" tanya @teguh9_4aryanto.

Menanggapi semua pertanyaan tersebut, tim Satlantas Polresta Solo memberikan jawaban yang cukup detail terkait kendaraan yang dipinjamkan. "Kalau SPM/KBM dipinjam terus melanggar, nanti tetap yang dikasih surat konfirmasi kendaraan sesuai atas nama kendaraan. Tapi, yang ditindak yang memakai (peminjam). Jadi, nanti konfirmasinya ke kantor Satlantas mengajak yang meminjam dan baru dikasih surat tilang. Tapi, kalau enggak konfirmasi nanti kendaraan Anda akan diblokir," terang tim Satlantas Polresta Solo.

"Kalau kendaraan yang sudah dijual sebaiknya dilakukan pemblokiran. Kalau belum diblokir dan dipakai melanggar tetap konfirmasi di Satlantas. Kalau kendaraan tersebut sudah dijual dan nanti dilakukan pemblokiran," sambung mereka.

Pelanggar tidak langsung ditilang, melainkan diberikan surat konfirmasi terlebih dahulu. Jika kendaraan bermotor sudah dijual, maka disarankan melakukan pemblokiran di Samsat penerbit STNK. Jika yang dipakai kendaraan rental, maka yang ditindak adalah si pemakai.

"Kalau mobil rentalan, sebaiknya tahu yang rental karena yang ditindak yang memakai setelah konfirmasi di kantor satlantas," sambung tim Satlantas Polresta Solo.

Sistem e-tilang ini berlaku untuk semua kendaraan dengan pelat nomor yang berlaku di karesidenan Surakarta dan Jawa Tengah. Sementara untuk kendaraan berpelat nomor luar Jawa Tengah belum bisa ditilang. "Berlaku luar karesidenan Surakarta karena pelat nomor bisa. Teridentifikasi lewat Samsat Surakarta. Kalau pelat luar Jawa Tengah sementara belum bisa," tutup mereka.