Anggota KPU Solo Dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
13 Februari 2019 16:35 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC) Solo resmi melaporkan Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) KPU Kota Solo, Bambang Christanto, ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta pada Selasa (12/2/2019) lalu.

Bambang dilaporkan atas dugaan pelanggaran independensi atau netralitas sebagai penyelenggara Pemilu. Pelaporan TARC dilakukan Mochamad Aminudin didampingi Lukmanul Hakim dan Ahmad Sigid.

Bambang dilaporkan karena diduga mengunggah foto dirinya yang mengenakan kaus bergambar Jokowi di media sosial. Koordinator TARC, Muhammad Taufiq saat dihubungi Solopos.com, Rabu (13/2/2019), mengonfirmasi pelaporan Bambang Christanto oleh timnya ke DKPP pada Selasa.

Menurut dia, pelaporan ke DKPP dilakukan TARC lantaran Bawaslu Solo dinilai memble menyikapi laporan itu. “Pelaporan ini menunjukkan kami tidak main-main dan kami besok mulai program satu hari satu pelaporan pelanggaran pemilu,” ujar Taufiq.

Dia menjelaskan laporan TARC diterima Ketua Komisi Penindakan DKPP, Teguh Subroto. Dia berharap segera ada tindak lanjut oleh DKPP terkait aduan tersebut.

“Terlapor terang-terangan pada 16 Juni 2014 di akun pribadinya mengunggah [foto dirinya mengenakan] kaus bergambar Jokowi dan Projo. Padahal syarat menjadi komisioner KPU sesuai UU No. 7/2017 yakni lima tahun sebelum jadi komisioner harus bersih dari kegiatan politik termasuk jadi simpatisan,” kata dia.

Menurut Taufiq, unggahan foto Bambang memakai kaus bergambar Jokowi dan Projo itu menunjukkan Bambang tidak netral dalam percaturan politik nasional. Bambang mengaku sudah mengundurkan diri dari keanggotaan partai politik (parpol) pada 2006 dan telah mengembalikan kartu keanggotaan PDIP.

Sebagaimana diinformasikan, TARC sudah melaporkan Bambang ke Bawaslu Solo dengan perkara sama. Sejauh ini, Bawaslu belum bertindak atas laporan tersebut.

Di sisi lain, eks Ketua Timsel Komisioner KPU area Jateng III, Agus Riewanto, menyatakan Bambang Christanto dinyatakan lolos seleksi administrasi saat tahap seleksi komisioner KPU Solo.

Bambang telah melengkapi berkas pendaftaranya dengan surat pengunduran diri dari keanggotaan parpol. Surat pengunduran diri itu ditandatangani Bambang dengan materai Rp6.000.

Penjelasan tersebut disampaikan Agus saat dihubungi Solopos.com, Rabu (6/2/2019). Menurut dia ketentuan menyertakan surat pengunduran diri atau bukan anggota parpol berlaku bagi semua calon komisioner. “Surat itu ditandatangani yang bersangkutan di atas materai Rp6.000,” ujar dia.

Ihwal ketentuan bukan anggota parpol bagi calon komisioner KPU, menurut Agus, dihitung mundur dari waktu pendaftaran. “Lima tahun itu minimal, lebih lama dari itu ya lebih baik. Dengan surat pernyataan itu dianggap benar,” kata dia.

Agus menilai tidak pas jika Bambang dilaporkan ke Bawaslu Solo. Menurut dia mestinya aduan itu dilayangkan kepada Bawaslu Provinsi Jateng atau Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Sementara itu, hingga berita ini diunggah, Bambang Christanto belum bisa dimintai konfirmasi.