Hari Pertama E-Tilang Solo, 5 Orang Melanggar

Pemantauan lalu lintas di ruang TMC Satlantas Polresta Surakarta, Rabu (13/2 - 2019). (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
13 Februari 2019 18:35 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Hari pertama penerapan electronic traffic law enforcement (ETLE) atau e-tilang di Kota Solo, Rabu (13/2/2019), Satlantas Polresta Surakarta menjaring lima pengguna jalan yang melanggar aturan lalu lintas.

Surat konfirmasi langsung dikirimkan ke alamat sesuai yang tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pelanggar melalui layanan pos.

Bintara Urusan Tilang Satlantas Polresta Surakarta, Aiptu Epen Supendi, saat ditemui Solopos.com di ruang Traffic Management Control (TMC), Rabu, mengatakan lima pengendara terekam kamera CCTV melanggar lalu lintas yakni menerobos markah berhenti dan pembonceng tidak memakai helm.

“Pengendara itu melanggar Pasal 287 ayat (1) UU Lalu Lintas tentang rambu dan markah sedangkan pembonceng tidak memakai helm melanggar Pasal 291 ayat (2) UU Lalu Lintas. Pelanggaran terekam di Simpang Lima Komplang, Simpang Empat Tugu Wisnu, dan Simpang Tiga Kerten,” ujarnya.

Setelah menerima surat berisi bukti pelanggaran, pelanggar dapat mengonfirmasi ke bagian unit tilang. Setelah itu pelanggar dapat memilih membayar denda melalui Bank BRI atau mengikuti sidang di Kejaksaan Negeri Solo.

Berdasarkan pantauan Solopos.com via layar monitor CCTV di ruang TMC, di Simpang Empat Gendengan dan Ngemplak pengendara yang berhenti di belakang garis tampak celingak-celinguk seolah ingin mencari lokasi kamera CCTV milik Korlantas Polri.

Pengendara tampak kebingungan saat berhenti di simpang jalan di mana ada dua tiang CCTV. Warga Kecamatan Serengan, Muhamad Dwi, mengaku telah mengetahui penerapan e-tilang dimulai pada Rabu (13/2/2019) melalui media sosial milik Satlantas Polresta Surakarta dan media online.

Ia juga menerima pesan berantai yang memberikan 66 lokasi CCTV yang telah dipasang di Kota Solo. “Saat saya melintasi Jl. Slamet Riyadi saya ingin tahu saja lokasi pemasangan CCTV. Kok ada dua tiang CCTV, mana yang milik Dinas Perhubungan mana yang milik Satlantas. Hanya ingin tahu saja, tidak ingin melanggar, takut ada surat cinta dikirim ke rumah,” ujarnya berkelakar.

Ia menyambut baik penerapan e-tilang. Namun, ia berharap penerapan e-tilang juga dapat segera menyasar daerah pinggiran Kota Solo yang saat ini masih banyak pengendara kurang tertib dalam berlalu lintas.

Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Imam Safii, mengatakan e-tilang merupakan program dari Korlantas Polri untuk menyadarkan masyarakat agar tertib berlalu lintas. Ia menambahkan masyarakat tidak perlu takut selama berlaku tertib di jalan.

“Karakteristik Kota Solo banyak persimpangan. Dengan e-tilang masyarakat dapat tertib sehingga dapat menekan angka kecelakaan,” ujarnya.

Ia menambahkan saat ini Jl. Slamet Riyadi, Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Kolonel Sutarto, Jl. Ir. Sutami, Jl. Urip Sumoharjo, dan Jl. Adisucipto adalah kawasan uji coba. Setelah satu pekan akan dievaluasi untuk penerapan sistem e-tilang di seluruh kawasan Kota Solo.

Kanit Registrasi dan Identifikasi Satlantas Polresta Solo, AKP Suryo, mengatakan masyarakat tidak perlu susah payah mencari keberadaan CCTV. Masyarakat hanya perlu fokus tertib berlalu lintas.

Untuk mengidentifikasi pemilik kendaraan, Satlantas menggunakan aplikasi Smart Regident Center Polda Jateng. Aplikasi itu dapat mendeteksi kendaraan yang melanggar dengan memberikan data pemilik kendaraan.

Apabila pelanggar terekam kamera CCTV, Satlantas akan mengirimkan surat verifikasi berisi nama pemilik kendaraan, dasar hukum, jenis pelanggaran, dan foto bukti pelanggar saat melakukan pelanggaran.

Apabila pelanggar sesuai dengan data pemilik kendaraan akan dilanjutkan proses e-tilang. Namun apabila kendaraan sudah berpindah tangan dan belum dibalik nama, pemilik lama yang mendapat surat konfirmasi wajib menunjukan kuitansi jual beli kendaraan.

Apabila dalam waktu empat hari setelah surat verifikasi dikirim tidak ada tindak lanjut ke unit tilang Satlantas Polresta Surakarta, STNK akan diblokir.

Jika kendaraan yang melanggar aturan itu milik perusahaan rental yang tengah disewa, perusahaan rental tersebut diharapkan memiliki data lengkap penyewa. Si penyewa itulah nanti yang akan mendapat surat tilang setelah perusahaan rental melakukan konfirmasi di Kantor Satlantas.

Ia menegaskan e-tilang tidak hanya berlaku bagi kendaraan berpelat nomor Kota Solo tapi seluruh Soloraya dan daerah lain. Terkait itu, Satlantas akan berkoordinasi dengan satuan wilayah setempat.