Sanggar Seni Bakalan Sukoharjo Telah Kondang Hingga Nasional

Para pelaku seni yang tergabung dalam Sanggar Seni Sekar Jagad saat berlatih sebagai upaya menguri/uri dan melestarikan budaya bangsa. Foto diambil belum lama ini. (Solopos/Indah Septiyaning W.)
13 Februari 2019 04:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Berada di bagian tengah wilayah Kabupaten Sukoharjo, Desa Bakalan, Kecamatan Polokarto memiliki potensi desa yang cukup diperhitungkan. Potensi seni dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun dari para leluhur setempat ini mampu memunculkan seniman-seniman di wilayah Bakalan.

Beberapa sanggar seni dari Bakalan bahkan telah kondang hingga ke kancah nasional. Sanggar seni ini tersebar di beberapa wilayah di Bakalan, seperti di Dukuh Kotakan, Pondok, dan Sang Sang dengan potensi seni dan budaya yang dimiliki di antaranya kesenian karawitan, dalang atau wayang, dan tari tarian tradisional.

Kepala Desa Bakalan Mardiyanto mengatakan Pemerintah Desa Bakalan terus berupaya mengangkat potensi seni dan budaya. Selain menguri-uri seni dan budaya, pengembangan potensi seni dan budaya sekaligus sebagai upaya sebagai daya tarik wisata. "Di Bakalan bermunculan seniman-seniman. Anak-anak hingga kalangan dewasa pun mereka mengukuti sanggar tari," katanya ketika berbincang dengan Solopos.com, Jumat (8/2/2019).

Pengembangan potensi seni dan budaya bernilai positif dan selayaknya menjadi teladan bagi desa-desa lain. Utamanya agar sektor wisata desa semakin berkembang serta mampu menjadi pengungkit perekonomian warga. Dengan semangat warga membantu mempromosikan kekayaan seni dan budaya di wilayahnya, diharapkan semakin memacu potensi desa semakin berkembang dan dikenal khalayak luas.

"Guna mengembangkan potensi seni dan budaya di Bakalan, kami berencana membangunkan pendapa untuk lokasi kegiatan seni dan budaya," katanya.

Dia mengatakan pengembangan potensi seni dan budaya inilah diharapkan mampu mendongkrak perekonomian warga Bakalan selain berasal pertanian.
Kesenian itu merupakan warisan dan hiburan yang dapat dipertontonkan oleh halayak umum. Tidak hanya ditontonkan namun juga menjadi tuntunan bagi masyrakat. Oleh karena itu seni budaya harus dikembangkan sekaligus menjadi aset Bakalan yang dilestarikan.

Salah satu pelaku seni sekaligus pengelola Sanggar Seni Sekar Jagad Bakalan, Joko Ngadimin mengatakan saat ini jumlah keanggotaan sanggar mencapai ribuan orang. Mereka yang terlibat dalam sanggar seni Sekar Jagad adalah lintas generasi dari anak-anak hingga orang tua dan berbagai kalangan. "Hampir setiap hari ada latihan seni dan budaya di sanggar Sekar Jagad. Seni dan budaya ini adalah aset bagi kami sekaligus nguri-uri warisan seni dan budaya yang ada," katanya.