Rekaman CCTV Buram, Sukoharjo Belum Siap Terapkan E-Tilang

Kamera CCTV (peaceforcesecurity.co.za)
13 Februari 2019 11:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Satlantas Polres Sukoharjo tengah mengkaji penerapan sistem penanganan pelanggaran lalu lintas secara elektronik atau e-tilang.

Namun, hal ini terkendala gambar rekaman kamera closed circuit television (CCTV) yang belum optimal, masih buram, dan tidak akurat sehingga sistem itu belum siap diterapkan.

Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Zamroni, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Senin (11/2/2019), mengungkapkan kamera CCTV milik Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo telah dipasang di 23 lokasi wilayah Sukoharjo.

Misalnya, Simpang Lima atau Proliman Sukoharjo, Bundaran Pandawa, dan Bundaran Kartasura. “Kamera CCTV sudah dipasang di sejumlah lokasi namun rekamannya belum optimal. Gambar rekaman buram dan tidak jelas sehingga menyulitkan polisi jika menerapkan e-tilang,” kata dia.

Selama gambar rekaman kamera CCTV masih buram, Zamroni belum dapat memastikan penerapan e-tilang. Dia khawatir jika kebijakan itu diterapkan justru muncul komplain dari para pengguna jalan yang diberi tilang.

Pelat nomor kendaraan bermotor yang terlihat di kamera CCTV diragukan akurasinya lantaran gambarnya buram. Selain itu, Zamroni masih bingung ihwal biaya pengiriman surat verifikasi melalui pos.

Pelanggar yang tertangkap kamera CCTV bakal dikirimi surat verifikasi melalui pos. Padahal, pengiriman surat verifikasi melalui pos membutuhkan anggaran cukup besar.

“Misalnya, tarif pengiriman surat rekomendasi senilai Rp5.000 dikalikan 1.000 pelanggar dalam sebulan. Kami harus mengalokasikan anggaran cukup besar untuk membiayai pengiriman surat verifikasi,” ujar dia.

Zamroni tak mempermasalahkan jika daerah lain di wilayah Soloraya telah menerapkan e-tilang seperti Kota Solo dan Klaten. Apabila gambar kamera CCTV lebih jelas dan akurat, Polres Sukoharjo bakal menerapkan e-tilang bagi pelanggar lalu lintas.

Dalam waktu dekat, Zamroni bakal berkoordinasi dengan Dishub Sukoharjo ihwal kamera CCTV. “Pemasangan kamera CCTV merupakan wewenang Dishub Sukoharjo. Kami bakal merealisasikan program e-tilang jika berbagai aspek benar-benar siap dioperasikan,” papar dia.

Sementara itu, seorang pengguna sepeda motor asal Desa Toriyo, Kecamatan Bendosari, Angga, mengatakan tak mempermasalahkan jika e-tilang diterapkan di Sukoharjo. Program e-tilang dinilai lebih efektif dibanding operasi kelengkapan kendaraan bermotor di jalan raya. Para pengguna jalan tak berani melanggar rambu-rambu lalu lintas karena ada kamera yang mengawasi setiap saat.