Pakai IT Polda Jateng, Polres Sukoharjo Yakin Bisa Bekuk Perampok Sopir Kosti

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi (kedua dari kanan), berbincang dengan sopir taksi Kosti Solo, Sumarno, yang menjadi korban percobaan perampokan di RS dr. Oen, Solo Baru, Rabu (6/2/2019). (Solopos - Bony Eko Wicaksono)
13 Februari 2019 15:35 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Polres Sukoharjo masih memburu dua laki-laki dan perempuan yang merampok sopir taksi Kosti di kawasan pusat bisnis 1 Sektor 3 Blok JC, Jalan Paris 2 Desa Madegondo, Kecamatan Grogol, Sukoharjo pada Minggu (3/2/2019) malam.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan saat ini tinggal memastikan posisi pelaku dari potongan kamera CCTV yang berhasil diperoleh tim penyidik. Polres menggandeng tim teknologi informasi Polda Jawa Tengah guna mengungkap identitas pelaku.

"Sekarang sudah ada titik terang dan kami optimistis kasus ini segera terungkap," katanya kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

Selain potongan rekaman kamera CCTV, polisi menemukan barang bukti berupa jilbab dan jaket yang diduga milik pelaku di sekitar lokasi kejadian. Kapolres memastikan si perempuan sebelumnya mengenakan jilbab saat melakukan aksinya.

Namun, setelah kejadian, pelaku membuang jilbab dan jaketnya. Jilbab dan jaket tersebut ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Selain itu polisi juga menemukan lakban yang digunakan pelaku untuk membekap mulut korban. "Motifnya ini murni perampokan," kata dia.

Kapolres mengatakan dari keterangan korban, pelaku dua orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Guna mengungkap kasus tersebut, jajaran Polres Sukoharjo menggandeng Polda Jawa Tengah agar bisa mengggunakan teknologi untuk melacak keberadaan pelaku.

"Untuk yang lainnya masih dikembangkan penyidik. Yang pasti, penyidik memanfaatkan teknologi yang ada," katanya.

Sebagaimana diketahui sopir taksi Kosti, Sumarno, 40, menjadi korban upaya perampokan oleh dua orang penumpangnya pada Minggu (3/2/2019) malam. Namun, perlawanan sang sopir membuat para pelakunya lantas kabur.