PPP Incar Guru Ini Sebagai Cabup di Pilkada Sukoharjo 2020

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
13 Februari 2019 21:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sukoharjo masih setahunan lagi. Namun, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) setempat sudah memiliki pandangan mengenai siapa yang akan diusung sebagai calon bupati (cabup).

Orang tersebut adalah Wiwoho Aji Santoso, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo. Figur Wiwoho yang menjadi pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sukoharjo menjadi magnet partai politik (parpol).

Wiwoho yang sehari-hari bekerja sebagai guru ini memiliki sifat sederhana, jiwa leadership yang tinggi, serta tokoh agama yang dikenal kalangan akar rumput atau grassroot.

Modal itu membuat sejumlah parpol di Sukoharjo melirik Wiwoho untuk diusung sebagai cabup pada Pilkada Sukoharjo. “Pesatnya pembangunan fisik harus dibarengi dengan pembangunan mental dan akhlak. Figur yang paling cocok adalah Pak Wiwoho yang memiliki kesederhanaan dan guru umat muslim,” kata Wakil Sekretaris DPW PPP Jateng Arif Sahudi, saat ditemui wartawan, Rabu (13/2/2019).

Menurut Arif, keputusan partai untuk mengusung Wiwoho sebagai cabup telah disetujui para kader dan simpatisan partai berlambang kakbah itu. Mereka justru yang mengusulkan agar pengurus partai mengusung Wiwoho sebagai kandidat pada Pilkada Sukoharjo.

Para kader dan simpatisan PPP bakal menyosialisasikan kepada masyarakat ihwal pencalonan Wiwoho sebagai cabup. “Kader dan simpatisan sudah bergerak di lapangan. Mereka menyosialisasikan pencalonan Wiwoho saat acara pertemuan ketua rukun tetangga/rukun warga (RT/RW), arisan anggota PKK dan pertemuan anggota karang taruna,” ujar Arif.

Ketua DPC PPP Sukoharjo, Dableg S.S., mengungkapkan pengurus PPP telah menggelar rapat pimpinan cabang (rapimcab) pada akhir Januari lalu. Kegiatan itu diikuti para kader dari 12 kecamatan se-Sukoharjo.

Salah satu poin yang diputuskan dalam rapimcab adalah mengusung Wiwoho sebagai cabup. Sosialisasi pencalonan Wiwoho sebagai cabup dilakukan jauh-jauh hari untuk menekan cost politik menjelang pilkada.

“Kami siap berkoalisi dengan partai mana pun untuk mengusung Wiwoho sebagai calon bupati. Kami butuh pemimpin yang mampu mendidik anak bangsa dan membimbing budi pekerti,” papar dia.

Sementara itu, Wiwoho Aji Santoso mengapresiasi langkah politik pengurus PPP Sukoharjo. Wiwoho mengucapkan terima kasih atas dorongan dan motivasi tersebut.

Kendati demikian, Wiwoho belum dapat memastikan apakah bersedia menerima tawaran maju sebagai cabup atau tidak. “Selama ini saya bekerja untuk umat. Saya apresiasi keputusan teman-teman pengurus PPP,” kata dia.