Grup PNE Cilacap Berharap Dapat Manggung di Solo

Grup musik jalanan Putra New Erlangga (PNE) ketika manggung di salah satu toko sepatu di daerah Plasa Singosaren, Sabtu (9/2 - 2019). (Solopos/Ratih Kartika)
14 Februari 2019 05:00 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Bermodal sudah pernah berlatih memainkan alat musik di sebuah sanggar bernama Sanggar Wijaya Kusuma di Cilacap, Jawa Tengah, Putra New Erlangga (PNE) menggunakan jalan dan pertokoan di Kota Solo sebagai pundi-pundi receh mengais rezeki.

Grup PNE terdiri atas penabuh seperangkat gendang yang dipanggul oleh seorang pemusik, dan sebuah angklung yang juga dipanggul. PNE kemudian berkeliling dari tiap toko-toko dan ruko-ruko untuk menjajakan keterampilan bermusik yang telah diperoleh.

Dari pantauan Solopos.com, grup musik tersebut memainkan musik tanpa terdengar sebuah nyanyian di sebuah toko sepatu di sekitar Jl. Gatot Subroto, Sabtu (9/2/2019) pagi. Sementara dua orang terlihat meminta uang kepada penjaga toko tersebut dengan sebuah keranjang kecil.

Ketua grup musik jalanan PNE, Narka Immanuel, mengaku sudah empat tahun berada di Kota Solo. Narka dan tim satu kelompoknya sudah terbiasa mengelilingi Solo untuk bermain alat musik tradisional tersebut. "Kami berkeliling selain mencari uang ya melestarikan budaya zaman dahulu. Kami membawa seperangkat gendang. Kemudian ada angklung juga," jelas Narko, Sabtu.

Narko bercerita awal mula hanya iseng bermain alat musik di Cilacap. Kemudian sanggar tersebut melirik dan mengajak bergabung untuk berlatih main musik yang baik dan benar. "Setelah itu sanggar nelepas kami agar mencari tempat untuk mengembangkan bakat. Ya sudah kami buat grup dan berkeliling untuk bermain musik. Kami juga mencati suasana di kota lain seperti apa," papar Narko.

Kemudian Narko dan teman-teman menemukan Kota Solo untuk singgah dan mencari pengalaman. PNE sudah terbiasa berkeliling di wilayah Solo dan sekitarnya dalam tiga grup. Saat berbincang dengan Solopos.com, PNE dengan yang diketuai Narko bekeliling di sekitar Pasar Gede sampai Jl. Gatot Subroto. "Lainnya ada di Pasar Burung, Depok, Banjarsari dan kelompok lain ada di Solo Baru Sukoharjo. Kami biasa tinggal di indekos di daerah Mojosongo, Jebres. Kami juga sering main di Festival Lampion di Pasar Gede. Sambil promosi di sana, biar kami bisa dapat job di sanggar-sanggar. Syukur-syukur bisa masuk rekaman," harap Narko.

Narko juga menjelaskan lagu-lagu dapat di-request sesuai dengan permintaan apabila ingin request lagu. Asalkan para musisi tersebut dapat memainkannya. "Yang jelas kami biasanya nyanyi di tempat-tempat yang dekat drngan jalan raya. Kalau ada request dan kami bisa ya kami kasih. Kami juga berlatih saat senggang," jelas Narko.

Mengenai pendapatan yang diperoleh, seorang anggota grup, Nia Kurnia mengaku bisa mendapatkan uang bersih Rp500.000 apabila tidak hujan. Apabila hujan Rp300.000 yang akan didapatkan. "Selain itu sewa alat dari Cilacap Rp50.000 tiap hari. Uangnya tiap bupan ditransfer kepada pemilik alat," papar Nia.