Pedagang Minta Masjid Pasar Legi Solo Dipertahankan

Kondisi bangunan Pasar Legi Solo seusai kebakaran tampak dari ketinggian, Selasa (30/10 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
14 Februari 2019 04:00 WIB Kurniawan Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Para pedagang Pasar Legi Solo meminta agar bangunan masjid yang terletak di kompleks pasar tradisional terbesar di Kota Bengawan itu tidak dibongkar atau diubah bila pemerintah akan membangun kembali pasar itu pada 2019.

Alasannya masjid tersebut mempunyai sejarah panjang yang sangat berkesan di hati para pedagang. Masjid itu merupakan kenang-kenangan yang dibangun dan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjadi Wali Kota Solo. “Untuk masjid harapan kami tetap utuh, tidak ikut dibongkar terkait pembangunan pasar,” ujar Ketua Ikatan Kekeluargaan Pedagang Pasar Legi (Ikappagi), Tugiman, saat diwawancara Solopos.com, Selasa (12/2/2019).

Tugiman menjelaskan masjid di Pasar Legi dibangun dan diresmikan semasa Wali Kota Slamet Suryanto. Setelah itu dilakukan pembangunan (pengembangan) masjid dan diresmikan semasa Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo. Pengembangan masjid kala itu dilakukan menggunakan uang iuran para pedagang. “Karena masjid itu hasil swadaya para pedagang dan bangunan masjid juga masih layak. Lokasinya pun di pinggir. Harapan kami ya bisa dilestarikan,” kata dia.

Tugiman mengaku sudah menyampaikan aspirasi para pedagang tersebut kepada Dinas Perdagangan Solo dan Komisi III DPRD Solo. Saat penyampaian aspirasi tersebut menurut dia usulan para pedagang diakomodasi Dinas Perdagangan.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto, mengakui para pedagang Pasar Legi melalui para pengurus Ikappagi sudah menyampaikan aspirasi mereka ihwal masjid. Intinya mereka ingin bangunan masjid tak ikut dibongkar.  Sebab letak masjid tersebut dinilai tak mengganggu proses pembangunan kembali pasar itu. Di sisi lain masjid tersebut mempunyai sejarah panjang di hati pedagang.

“Saya mendukung usulan pedagang agar masjid tak ikut dibongar,” ujar dia.

Lebih jauh politikus PKS tersebut meminta Dinas Perdagangan segera menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk pembangunan kembali pasar. Sebab pemerintah pusat sudah memberi lampu hijau pembangunan pasar.  “Seperti halnya Pasar Klewer timur, Pasar Legi dimungkinkan mulai dibangun kembali tahun ini. Tapi Dinas Perdagangan perlu segera menyelesaikan dokumen persyaratan dan persiapan pembangunan pasartersebut,” urai dia.