Solopos Hari Ini: Bawaslu Periksa Kepala Daerah Pro Jokowi

Harian Umum Solopos edisi Kamis (14/2 - 2019).
14 Februari 2019 10:45 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Badan Pengawsas Pemilu (Bawaslu) di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng) secara bertahap meminta klarifikasi kepala daerah yang ikut deklarasi dukungan kepada capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Di Soloraya, kepala daerah yang telah dimintai keterangan adalah Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi.

Sedangkan Bupati Klaten Sri Mulyani, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, dan Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto telah dipanggil Bawaslu dan menyatakan siap diperiksa. Begitu pula dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang siap memberikan klarifikasi kepada lembaga pengawas pemilu.

Kabar mengenai pemeriksaan kepala daerah pro Jokowi itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis (14/2/2019). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, di halaman utama Harian Umum Solopos edisi hari ini juga terdapat kabar mengenai e-tilang di Kota Solo. Sehari diterapkan, sudah ada lima orang yang dikirimi surat konfirmasi e-tilang karena kedapatan melanggar peraturan lalu lintas.

Hari Pertama, 5 Orang Dikirimi Surat E-Tilang

Hari pertama penerapan tilang elektronik (e-tilang) yang dilakukan Satlantas Polresta Solo, Rabu (13/2/2019), terdapat lima warga Kota Solo yang tertangkap kamera closed circuit television (CCTV) melanggar lalu lintas.

Surat konfirmasi e-tilang langsung dikirimkan ke alamat yang sesuai dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pelanggar melalui layanan pos. Bintara Urusan Tilang Satlantas Polresta Solo, Epen Supendi, saat ditemui Espos di ruang Traffic Management Control (TMC) Satlantas Polresta Solo, Rabu, mengatakan lima warga Kota Solo terekam kamera CCTV melanggar lalu lintas yakni menerobos markah berhenti dan pembonceng tidak menggunakan helm.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar mengenai penanganan kerusakan Jl. Garuda Mas. Ada pula kabar proyek simpang susun yang menghubungkan tiga gerbang tol tambahan.

Perbaikan Tergantung Skala Prioritas

Masalah anggaran dan wewenang membuat penanganan kerusakan Jl. Garuda Mas yang berada di wilayah Solo, Sukoharjo, dan Karanganyar tertunda. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo telah berkoordinasi dengan DPUPR Kota Solo ihwal perbaikan Jl. Garuda Mas.

Perbaikan ruas jalan berdasarkan skala prioritas lantaran keterbatasan anggaran daerah. Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo, Sarjito, mengatakan telah berkomunikasi dengan DPUPR Kota Solo terkait perbaikan Jl. Garuda Mas (sebelumnya tertulis Jl. Merpati).

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

JSN Segera Rampungkan Tiga Simpang Susun

PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) masih memiliki pekerjaan rumah menyelesaikan tiga simpang susun yang menghubungkan tiga gerbang tol tambahan. Ketiga simpang susun tersebut adalah simpang susun Bandara Adi Soemarmo, Gondangrejo, dan Sragen Timur.

Dua di antaranya ditarget rampung tahun ini, yakni simpang susun Bandara Adi Soemarmo dan Gondangrejo. Direktur Utama PT JSN, David Wijayatno, mengatakan progres pembangunan simpang susun Bandara Adi Soemarmo mencapai 85%.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.