Tahun Politik, BI Solo Siapkan Rp15 Triliun

Ilustrasi Uang (Solopos - Whisnupaksa)
14 Februari 2019 11:15 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo memprediksi outflow atau kebutuhan uang keluar untuk Soloraya mencapai Rp15 triliun pada tahun ini.

Jumlah ini salah satunya untuk menghadapi momentum Pemilu, yakni Pemilu Presiden 2019 dan Pemilu Legislatif 2019. Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto, mengatakan prediksi outflow ini meningkat daripada tahun lalu yang hanya Rp13,9 triliun atau naik sekitar Rp1,1 triliun.

“Kebutuhan masyarat meningkat setiap tahunnya. Kami menyiapkan outflow sebanyak itu menghadapi tahun politik yang cenderung mendongkrak konsumsi masyarakat dan khusus untuk Lebaran,” paparnya kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

Bandoe memaparkan kenaikan outflow ini seiring tingginya konsumsi pada momentum di tahun politik. Menurutnya, aktivitas perekonomian bakal terkerek untuk memenuhi kebutuhan konsumsi Pemilu.

Kebutuhan itu antara lain banyaknya usaha yang terlibat memproduksi sarana kampanye seperti kaus, bendera partai, hingga spanduk. Di sisi lain, Pemilu ini bakal mempengaruhi perekonomian di Indonesia maupun Soloraya.

Namun demikian, indikator aman atau tidaknya hajatan politik ini ditilik dari kecukupan uang, tidak ada gangguan distribusi hingga tidak adanya demonstrasi.

“Kebutuhan uang keluar ini naik signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2016 lalu kebutuhan uang keluarnya mencapai Rp10,8 triliun, sementara pada Rp13 triliun dan 2018 sebanyak Rp13,9 triliun,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengeluaran Uang dan Layanan Administrasi (SPPURLA) Kantor Perwakilan BI Solo, Bakti Artanta, menambahkan BI juga menyiapkan estimasi kebutuhan uang (EKU) untuk Lebaran.

Namun demikian, ia masih berhitung dengan perbankan untuk melihat tren kebutuhan uang Lebaran. “EKU khusus Pemilu tidak ada. Ini masuk bagian dari EKU tahunan. Kalau kebutuhan uang HCS kami perkirakan sekitar Rp5,2 triliun hingga Rp5,3 triliun,” jelasnya.

Aliran uang keluar di wilayah Soloraya dari tahun ke tahun:
2014: Rp8,750 triliun
2015: Rp9,850 triliun
2016: Rp10,802 triliun
2017: Rp13,026 triliun
2018: Rp13,9 triliun
Sumber: BI Solo