1 Korban Laka Motor Terjun ke Parit Boyolali Dikenali Sebagai Warga Solo

Ilustrasi kecelakaan. (Solopos/Dok)
14 Februari 2019 15:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Satu dari dua korban meninggal dalam kecelakaan tunggal sepeda motor masuk parit di pinggir jalan Solo-Semarang wilayah Bulurejo, Desa Randusati, Kecamatan Teras, Boyolali, Kamis (14/2/2019) dini hari, diduga warga Solo.

Menurut informasi yang dihimpun Solopos.com, ada warga Solo yang mengaku mengenali salah satu korban itu sebagai anggota keluarganya. Petugas kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah Pandanarang (RSUDPA) Boyolali, Suranto, mengatakan salah satu korban dikenali bernama Candra berusia sekitar 19 tahun, warga Manahan, Banjarsari, Solo.

“Ada pihak keluarga yang ke sini [RSUDPA] dan mengatakan sebagai keluarga salah satu korban atas nama Candra, warga Manahan, Solo. Jenazah yang satunya belum ada yang mengenali,” ujar Suranto kepada Solopos.com, Kamis.

Sementara itu, Kanit Lakalantas Satlantas Polres Boyolali, Ipda Utomo, mengatakan belum dapat memastikan identitas Candra maupun satu korban lainnya.

“Memang ada yang ke sini [Satlantas] mengaku sebagai pihak keluarga salah satu korban, tetapi kami minta mereka menunjukkan identitasnya [korban] baik KTP atau kartu keluarga. Sampai saat ini mereka masih mengupayakannya,” kata Utomo.

Sebagaimana diinformasikan, dua orang meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan dan masuk parit di Teras, Boyolali. Diduga, kedua orang yang tidak membawa kartu identitas itu mabuk berat sehingga tidak mampu menguasai kendaraan.

Kasatlantas Polres Boyolali AKP Febriyani Aer mewakili Kapolres AKBP Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan saat petugas memeriksa lokasi kejadian, di dekat korban ditemukan minuman keras jenis ciu dan pil.

"Ini kecelakaan tunggal, dua orang berboncengan meninggal karena motornya masuk parit. Setelah petugas datang, ada 10 botol ciu dan beberapa butir pil yang diduga merupakan obat penenang di dalam tas korban," ujarnya kepada Solopos.com.

Febby, panggilan akrab Febriyani, menambahkan kedua orang tersebut berboncengan mengendarai sepeda motor berpelat nomor AD 5849 ZS dari arah timur ke barat (arah Solo ke Semarang). Sesampai di lokasi kejadian, pengendara diduga kehilangan keseimbangan sehingga sepeda motor oleng ke kiri.

Sesaat kemudian sepeda motor dan kedua penunggangnya terjun ke parit sedalam sekitar 3 meter di sisi kiri jalan. Kedua orang tersebut meninggal dunia di lokasi dengan luka antara lain di bagian kepala.

Oleh petugas Satlantas dan Polsek Teras yang berada di lokasi setelah kejadian, kedua korban dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUDPA) Boyolali.