Pak Wali Kota Solo, Tolong Warga Menunggu Perbaikan Talut Kali Jenes yang Ambrol

Talut Kali Jenes terlihat ambrol di Dawung Tengah, Serengan, Solo, Rabu (13/2 - 2019). Warga meminta Pemkot Solo untuk segera memperbaiki talut ambrol akibat sudah rapuh karena pengikisan air. (Solopos/Nicolous Irawan)
15 Februari 2019 06:30 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO-Pemerintah Kelurahan/Kecamatan Serengan mengimbau warga di sekitar Kali Jenes yang berada di Kampung Dawung Tengah RT 001/RW 013 untuk bersama-sama menjaga dan merawat, Kali Jenes sambil menunggu perbaikan talut dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Solo.

Lurah Serengan, Ida Setianingsih, mengimbau warga di bantaran Kali Jenes juga sudah meminta kepada ketua RT maupun RW sebagai penanggungjawab maupun pemantau kali. Hal tersebut menyusul kondisi Kali Jenes yang berada di Kampung Dawung Tengah semakin hari semakin keropos dan berlubang.

"Warga di sana juga sudah memiliki rasa rumangsa melu handarbeni [merasa ikut memiliki] dari masyarakat. Masayarakat juga sudah bergotong-royong merawat kali dengan saling bergantian," jelas Ida saat ditemui Solopos.com di ruangannya, Rabu (13/2/2019).

Selain itu, Reksolepen Mangku Keprabon Kelurahan Serengan juga sudah rutin kerja bakti dan mengantisipasi talut-talut yang mulai retak maupun berlubang dengan ditambal sulam menggunakam pasir dan semen agar tidak semakin melebar.

"Sebisanya ditambal sulam. Agar tidak terlalu parah dan melebar lubang maupun retakan. Apalagi posisinya basah kena air dari kali. Kalau langsung ditempel kan tidak menyelesaikan masalah," ujar Ida.

Mengenai talut di RT 001/RW 013, Kampung Dawung Tengah, yang ambrol beberapa waktu lalu sudah dilaporkan ke DPUPR. Pelaporan dilakukan ke DPUPR karena kali tersebut memanjang dan bukan hanya masuk wilayah Kelurahan Serengan. "Kami sudah melapor setelah ambrol beberapa bulan kemarin. Kami hanya tinggal menunggu, karena kewajiban kami hanya melaporkan. Tindakan selanjutnya menunggu dari DPUPR," ujar Ida.

Salah Warga RT 001/RW 013 Kampung Dawung Tengah, Daliyo, menjelaskan beberapa hari lalu sudah ada yang memfoto-foto di talut yang ambrol tersebut. Akan tetapi sampai sekarang belum ada tindakan untuk membangun talut yang ambrol tersebut.

"Talut itu sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang. Warga hanya menambal sulam bagian-bagian yang rusak itu," jelas Daliyo saat ditemui Solopos.com ketika membersihkan sarang burung merpati di depan Kali Jenes, Rabu.

Talut yang ambrol dan belum diperbaiki tersebut sudah pernah akan diperbaiki oleh pihak SMK Farmasi Nasional yang bersebelahan dengan tempat talut yang ambrol. Akan tetapi tidak jadi diperbaiki karena memerlukan batuan-batuan khusus dan tidak hanya diperbaiki dengan pasir dan semen.

Warga lain yang rumahnya berdekatan dengan talut yang ambrol, warga RT 001/RW 013, Wakinah Sastro Pawiro, mengaku tak takut tinggal bersebelahan dengan talut yang ambrol. Menurut Wakinah, talut yang ambrol tersebut tidak mengganggu bagian rumah yang Wakinah tinggali.

"Enggak takut. Itu [talut] juga sudah ditambal supam dengan semen bagian-bagian yang retak. Sudah lumayan bagus sekarang. Tidak khawatir juga," ujar Wakinah, Rabu.