Ribuan Jarum Suntik di Sudiroprajan Solo Diduga Buangan Praktik Kecil

Limbah jarum suntik medis yang dibuang di tepi Jl. Kapten Mulyadi yang masih tersisa, Kamis (14/2 - 2019) (Solopos/Mariyana Ricky P.D.)
15 Februari 2019 05:30 WIB Mariyana Ricky P.D./Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Temuan limbah medis berupa ribuan jarum suntik bekas di tepi Jl. Kapten Mulyadi, Sudiroprajan, Jebres, Solo, Rabu (13/2/2019), memang belum terungkap asalnya. Namun, muncul dugaan limbah medis yang masih berbau obat itu berasal dari semacam klinik atau praktik kecil.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Sri Wardhani Poerbowidjojo, mengatakan limbah medis tergolong bahan berbahaya dan beracun (B3), butuh penanganan khusus, dan tidak boleh sembarangan.

“Pemkot saja mau bikin tempat pembuangan sementara [TPS] limbah medis enggak boleh. Untuk layanan kesehatan itu sudah kami sosialisasikan agar penanganannya tidak asal. Termasuk syarat pendiriannya itu harus bekerjasama dengan pihak ketiga untuk pengolahan limbah atau punya fasilitas pengolahan limbah sendiri,” kata Dhani, sapaan akrabnya, Kamis (14/2/2019).

Sampah medis, sambung dia, sedikitnya terdiri atas dua jenis, yaitu limbah infeksius dan noninfeksius. Limbah infeksius misalnya jarum suntik dan piranti lain yang berhubungan dengan cairan dan darah. Sementara limbah noninfeksius contohnya botol infus.

Dhani memaparkan apabila layanan kesehatan tidak memiliki fasilitas pengolahan limbah medis, maka bisa dikumpulkan di tempat pembuangan sementara. Baru setelah itu diserahkan ke pabrik pengolahan limbah.

“Di Sukoharjo ada PT Arah yang spesial menangani pengolahan limbah B3. Saya menduga yang membuang limbah jarum suntik di sana [Sudiroprajan], praktik kecil. Kalau rumah sakit, saya rasa enggak berani,” jelasnya.

Sebagai informasi, untuk mengelola limbah B3, terdapat tata cara khusus sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No 101/2014. Pasal 32 menyebut setiap orang yang menghasilkan limbah B3 namun tidak mampu mengumpulkan limbah B3 sendiri diwajibkan menyerahkannya kepada pengumpul limbah B3.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, warga menemukan limbah medis yang dibuang di tepi Jl. Kapten Mulyadi, Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo, Rabu (13/2/2019) pagi. Limbah medis yang terdiri atas jarum suntik itu ditemukan warga di dekat Toko Plastik 100.

Pemilik Toko Plastik 100, Yohana, menyebut proses pembersihan limbah medis itu berlangsung Rabu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Pembersihan dilakukan oleh sejumlah petugas kesehatan dibantu anggota satuan perlindungan masyarakat (satlinmas) dan petugas kepolisian. Proses berlangsung cukup lama karena jumlah jarum suntik itu mencapai ribuan.

Sementara itu, Kapolsek Jebres, Kompol Juliana Br Bangun, mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, mengaku belum mendapatkan informasi soal temuan itu. “Kami belum dapat info. Kalau memang benar, akan segera kami selidiki,” kata dia saat dihubungi Solopos.com, Kamis.