Solopos Hari Ini: Sembarangan Buang Limbah Medis Dipidana

Harian Umum Solopos edisi Jumat (15/2 - 2019).
15 Februari 2019 10:20 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pembuangan limbah medis secara sembarangan bisa dikenai sanksi pidana berupa denda maksimal Rp3 miliar dan penjara maksimal tiga tahun. Sanksi pidana bagi pembuangan limbah tertuang dalam Pasal 104 Undang-Undang (UU) No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kasus pembuangan limbah medis secara sembarangan terjadi di tepi Jl. Kapten Mulyadi, Kelurahan Sudiroprajan, Jebres, Solo, Rabu (13/2/2019). Ribuan jarum suntik bekas dibuang di dekat Toko Plastik 100.

Ulasan mengenai hukum pidana pembuangan limbah medis sembarangan itu menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisin hari ini, Jumat (15/2/2019). Kabar tersebut bisa dibaca selengkapnya di E-Paper Solopos.

Selain itu, ada pula kabar mengenai pasangan capres-cawapres yang mengakui belum aman di beberapa provinsi. Mereka terus berupaya menggalang dukungan di masa kampanye Pilpres 2019.

Dua Kubu Akui Belum Aman di Beberapa Provinsi

Dua tim capres-cawapres mengakui posisi mereka belum aman di sejumlah provinsi. Tim capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin gencar mengalang kekuatan di Jawa Barat (Jabar) dan Banten.

Tim capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno aktif bersafari di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). Cawapres nomor urut 01 Ma’ruf Amin mengatakan akan berupaya membalikkan keadaan di Jabar karena dalam Pilpres 2014, Jokowi kalah di provinsi itu.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar hangat dari Ganjar Pranowo yang menyatakan ingin diperiksa Bawaslu lebih cepat. Ada pula kabar mengenai sekdes di Klaten yang berhasil mengembangkan website untuk kelancaran pilkades.

Ganjar Ingin Secepatnya Diperiksa

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, menyatakan siap memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dugaan pelanggaran kampanye saat deklarasi dukungan para kepala daerah di Hotel Alila Solo beberapa pekan lalu. Bahkan Ganjar ingin agar agenda klarifikasi Bawaslu dilakukan lebih cepat atau dimajukan.

"Undangan sudah ada, hari Senin. Tapi saya pingin maju malah. Biar cepat," ujar dia kepada wartawan di sela-sela kunjungannya di Solo, Kamis (14/2/2019) siang.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Agar Pilkades Lancar, Sekdes Bikin Aplikasi Komputer

Sekretaris Desa Tanjungsari, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Bogy Harseno, mengembangkan website dan aplikasi khusus untuk pemilihan kepala desa (pilkades) di desa setempat. Pengembangan itu dilakukan untuk memudahkan panitia saat proses pemilihan serta warga dalam mendapatkan informasi jumlah perolehan suara.

Pria berumur 40 tahun itu tak masuk dalam kepanitian pilkades setempat lantaran bakal mendapat tugas sebagai pelaksana harian (Plh) Kades Tanjungsari, selama kades definitif cuti guna mengikuti pilkades serentak yang digelar 13 Maret mendatang.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.