PT BST Butuh 20 Sopir untuk Operasikan BST Koridor 1

Unit bus terbaru BST yang digunakan di koridor satu Solo mulai pekan lalu. (Solopos - Candra Mantovani)
15 Februari 2019 12:15 WIB Candra Mantovani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- PT Bengawan Solo Trans (BST) membutuhkan 20 orang pengemudi dan 20 pramugara/pramugari untuk mengoperasikan bus Batik Solo Trans (BST) koridor I dengan rute Bandara Adisoemarmo-Terminal Kartasura-Jl. Ahmad Yani-Jl. Slamet Riyadi-Jl. Jendera Sudirman-Jl. Urip Sumoharjo-Jl. Kol. Sutarto-Jl. Ir. Sutami-Terminal Palur.

PT BST mengambil alih pengelolaan BST koridor 1 dari Perum Damri per Selasa (6/2/2019). Direktur PT BST Siti Faridah Wardatul Jannah mengatakan saat ini sedang fokus melakukan perekrutan karyawan.

Rencananya ada 15 unit bus yang beroperasi di koridor 1. Sedangkan kebutuhan karyawannya meliputi 20 sopir bus dan 20 pramugara/pramugari. Menurutnya, saat ini proses seleksi sedang berjalan dan diharapkan selesai Maret.

“Sudah ada yang melamar dan saat ini sedang menjalani tes tertulis dan wawancara,” kata Siti saat dihubungi Solopos.com, belum lama ini.

Saat ini, karena jumlah SDM belum mencukupi, PT BST baru mengoperasikan 10 unit bus di koridor 1. Jumlah unit bus itu sudah bertambah dari semula tujuh bus saat kali pertama pengelolaan koridor 1 diambil alih PT BST. “Kami usahakan jalan 10 bus sampai perekrutan karyawan terpenuhi untuk 15 bus,” bebernya.

PT BST menargetkan proses perekrutan rampung pada Maret sehingga 15 unit bus koridor 1 dapat segera dioperasikan secara maksimal. “Kami targetkan untuk perekrutan dapat selesai pada Maret. Tapi itu semua tergantung pelamar yang masuk. Untuk sementara kami fokus itu dulu,” jelasnya.

Mengenai koridor 4, yang menjadi satu paket pengelolaan dengan koridor 1, PT BST akan mulai mengoperasikannya setelah koridor 1 beroperasi penuh 15 bus. Meskipun begitu, Siti menargetkan koridor 4 dapat beroperasi pada 2019 ini.

Sebelumnya, sempat terjadi tarik ulur antara Pemkot Solo dengan Perum Damri terkait pengelolaan BST koridor 4. Perum Damri sempat lama tak kunjung memberi keputusan soal tawaran Pemkot untuk mengelola koridor 4.

Padahal pengelolaan koridor 4 menjadi satu paket dengan koridor 1 sehingga jika Perum Damri menyatakan tak sanggup mengoperasikan koridor 4 otomatis harus melepas koridor 1 juga. Perum Damri akhirnya menyatakan tidak sanggup mengelola koridor 4 karena pertimbangan biaya operasional yang tinggi dan kerap merugi.

Pada Selasa (6/2/2019), pengelolaan BST koridor 1 dan koridor 4 resmi diambil alih PT Bengawan Solo Trans (BST). Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Solo Hari Prihatno mengatakan perubahan pengelola armada di koridor satu dilakukan karena kontrak antara Pemkot Solo dengan Damri sudah selesai.

“Kami sudah memberikan kelonggaran deadline sampai tanggal 5 [Senin, 5/2/2019] kemarin. Tapi tidak ada kepastian dari Damri apakah akan lanjut ataukah tidak. Akhirnya, per 6 Februari, pengelolaan koridor 1 diserahkan ke PT BST,” jelasnya kepada wartawan.