Perakitan Kotak Suara di Sukoharjo Terhenti, Kok Bisa?

Ilustrasi kotak suara (liputan6.com)
15 Februari 2019 04:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO—Pengesetan kotak suara logistik pemilihan umum (pemilu) di kabupaten Sukoharjo terpaksa mandek hingga beberapa hari kedepan, lantaran Gedung Budi Sasono digunakan untuk hajatan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengefektifkan pengesetan kotak suara secara penuh mulai 24 Februari. “Gedung Budi Sasono saat ini masih digunakan untuk acara hajatan, jadi pengesetan kita hentikan dulu selama beberapa hari,” kata Ketua KPU Sukoharjo Nuril Huda kepada wartawan, Kamis (14/2/2019).

Dia mengatakan logistik kotak suara sudah dipindahkan KPU dari gudang di wilayah Mandan, Kecamatan Sukoharjo, ke Gedung Budi Sasono sejak sepekan lalu. KPU bahkan telah mulai melaksanakan pengesetan kotak suara dengan menerjunkan delapan personil. Dalam sehari rata-rata mampu menyelesaikan 800 kotak suara, artinya satu personil mampu mengeset 100 kotak suara.

“KPU akan menggunakan Gedung Budi Sasono secara penuh mulai 24 Februari. Yang sekarang berhenti, nanti mulai 24 Februari kami efektifkan,” katanya.

Selain pengesetan kotak suara, KPU juga mulai menulis sampul untuk tempat surat suara serta persiapan logistik lainnya. Ihwal surat suara, Nuril belum bisa memastikan kapan surat suara mulai terdistribusi ke KPU Sukoharjo. Nantinya sesuai rencana surat suara akan langsung diturunkan Gedung Budi Sasono. Mengenai kebutuhan personil untuk pengesetan surat suara, pihaknya belum bisa memastikannya. “Kami belum bisa menghitung berapa kebutuhannya. Nanti kalau surat suara sudah kami terima, baru kami akan tahu kebutuhannya,” katanya.

Dari pengalaman daerah lain, Nuril mengatakan KPU kabupaten/kota baru akan diberitahu H-1 sebelum surat suara didistribusikan. Surat suara ini nantinya akan disortir dan dilakukan pelipatan di Gedung Budi Sasono..