Umat Islam Sukoharjo Kirim 40.000 Bacaan Alfatihah Untuk Kemenangan Jokowi

Suasana doa bersama mengirimkan 40.000 bacaan Surat Alfatihah untuk Jokowi, Kamis (14/2/2019) malam, di Pondok Pesantren Kholifatullah Singo Ludiro Mojolaban, Sukoharjo. (Solopos - Indah Septiyaning W.)
15 Februari 2019 18:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Seribuan muslim di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya menggelar doa bersama dengan membacakan 40.000 Surat Alfatihah untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pondok Pesantren Kholifatullah Singo Ludiro Mojolaban, Sukoharjo, Kamis (14/2/2019) malam.

Doa bersama 40.000 Surat Alfatihah itu dipanjatkan agar Jokowi kembali terpilih sebagai presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) April mendatang. Doa bersama dihadiri Ibunda Jokowi Sudjiatmi Notomiharjo, istri Bupati Sukoharjo Etik Suryani Wardoyo Wijaya, dan komunitas Srikandi Indonesia Pertiwi Solo Raya, serta komunitas taklim pengajian lainnya.

Ketua Yayasan Bani Agung Syuhada dan Pengasuh Ponpes Kholifatullah Singo Ludiro, Lilis Patimah, mengatakan doa bersama dimulai dengan Salat Isa berjamaah di halaman Ponpes. Kemudian dilanjutkan Salat Hajat dan pembacaan surat Alfatihah sebanyak 40.000 kali untuk Presiden Jokowi dan keluarga.

"Pembacaan doa dipimpin oleh ulama dari Ponorogo. Alfatihah kita bacakan untuk Jokowi agar kembali terpilih sebagai Presiden dan memimpin Indonesia," katanya.

Sementara itu dukungan untuk Jokowi dua periode terus mengalir di Sukoharjo. Kali ini dukungan datang dari kaum perempuan Sukoharjo yang tergabung dalam Priyayi Putri Sukoharjo Kagem Jokowi-Ma'aruf Amin (PPSKJA).

Mereka mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Jokowi-Amin pada Kamis (14/2/2019) siang. Kaum ibu-ibu datang dengan mengenakan pakaian putih dan kerudung hijau mendeklarasikan dukungan ke petahana.

Ketua PPSKJA Lilis Patimah mengatakan akan bekerja menyosialisasikan program kerja Jokowi-Amin. Selain itu akan bertugas menghalau berita-berita bohong atau hoaks yang menyerang Jokowi.

Meski Presiden Jokowi terus diserang berita bohong dan fitnah, hal itu tidak menurunkan elektabilitas Jokowi. Tren elektabilitas Jokowi justru terus meningkat.

Saat ini rakyat sudah cerdas menilai mana pemimpin yang benar-benar bekerja keras dan yang tidak. Oleh karena itu, fitnah dan berita bohong tersebut justru menaikkan elektabilitas Presiden Jokowi. “Kami akan meng-counter berita hoaks dan fitnah-fitnah yang menyerang Jokowi,” katanya.