Bawaslu Boyolali Tak Periksa Bupati Seno Terkait Deklarasi Capres

Bupati Boyolali Seno Samodro. (Dok)
15 Februari 2019 05:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan para kepala daerah se-Jateng dari partai politik (parpol) pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin berkumpul di Solo pada Sabtu (26/1/2019).

Mereka menggelar deklarasi dan berkomitmen memenangkan pasangan itu dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Dari deklarasi tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng) lantas menyelidiki indikasi pelanggaran pada acara konsolidasi pemenangan Jokowi-Ma’ruf tersebut.

Bawaslu memanggil 27 kepala daerah yang datang dalam acara tersebut. Kepala daerah dimintai klarifikasi mengenai kehadiran mereka. Klarifikasi dilakukan Bawaslu kota/kabupaten. 

Di Soloraya, kepala daerah yang telah dimintai keterangan adalah Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi. Sedangkan Bupati Klaten Sri Mulyani, Bupati Wonogiri Joko Sutopo, dan Wabup Karanganyar Rober Christanto menyatakan kesiapan untuk diperiksa.

Bupati Boyolali Seno Samodro termasuk salah satu kepala daerah yang semestinya dimintai klarifikasi. Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Boyolali Taryono. Dia mengaku diminta Bawaslu Jawa Tengah untuk mencermati dan mengklarifikasi masing-masing kepala daerah di wilayahnya yang hadir di Hotel Alila, Solo tersebut.

Foto

Namun berdasarkan foto Bawaslu Jawa Tengah yang dijadikan laporan awal untuk klarifikasi tersebut, Bupati Boyolali Seno Samodro tidak terlihat.

“Kami memang diminta untuk mencermati dan mengkarifikasi. Tapi berdasarkan foto yang diberikan Bawaslu Jawa Tengah, Bupati Boyolali tidak tampak sehingga kami tidak dapat melakukan klarifikasi,” ujarnya saat ditemui Solopos.com, di kantor Bawaslu Boyolali Jl Pandanaran, Rabu (13/2/2019).

Didampingi anggotanya, Widodo Partono dan Mahmudi, Taryono menambahkan jika di kemudian hari ada foto lain dari Bawaslu yang menunjukkan adanya Seno pada acara tersebut, pihaknya segera melakukan klarifikasi. “Kalau di foto lain ada, nanti akan kami klarifikasi ke Bupati. Lalu hasilnya akan kami serahkan ke Bawaslu Jawa Tengah,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Seno menjadi salah satu bupati yang berbicara kepada awak media saat deklarasi di Hotel Alila Solo. Saat itu, Seno mengatakan bahwa dia percaya dapat memberikan 71% suara wong Boyolali untuk Jokowi-Ma'ruf.

Kerepotan

“Saya optimistis tembus 71%. Insya Allah menuju 80%,” tutur Seno, saat itu.

Yang menjadi sedikit ganjalan, menurut Seno waktu itu, adalah pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilihan DPD yang bersamaan. Sebab pada saat bersamaan kader terbaik partai juga fokus terhadap proses pencalegan mereka agar lolos ke parlemen.

“Memang sedikit kerepotan karena agen-agen kami lebih berkonsentrasi kepada nasib pencalegan. Tapi saya dalam berbagai kesempatan terus mengingatkan mereka tidak boleh lemah. Saya masih optimistis bisa dapat 71%,” kata dia.

Untuk perolehan suara Jokowi-Ma'ruf di Jateng, Seno juga tak khawatir. Politikus kawakan itu yakin Jateng tak bisa ditembus kubu capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

“Jateng tak bisa tembus, kami solid. Bukan sombong, tapi percaya diri,” ujar Seno, saat itu.