Pertamina Dorong Peternak Ayam di Boyolali Pakai Elpiji Nonsubsidi

Elpiji nonsubsidi. (Dok)
15 Februari 2019 15:20 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—PT Pertamina mendorong peternak ayam di Boyolali beralih menggunakan gas elpiji nonsubsidi sebagai energi penghangat ayam di kandang.

Saat ini, pemanfaatan elpiji kemasan tabung 3 kilogram oleh peternak ayam di Boyolali sudah mencapai angka konsumsi 96.000 tabung per tahun.

Salah satu upaya mendorong pengalihan penggunaan gas elpiji 3 kg ke elpiji nonsubsidi adalah dengan memberikan bantuan berupa instalasi dan pemasangan penghangat kepada 60 peternak ayam di Boyolali.

Unit Manager Communication dan CSR MOR IV PT Pertamina Andar Titi Lestari mengatakan berdasarkan aspek hukum, konsumsi elpiji bersubsidi di kalangan peternak ayam ataupun kalangan usaha menengah ke bawah memang tak secara tegas dinyatakan sebagai pelanggaran hukum.

Namun hal tersebut perlu diluruskan dengan peningkatan kesadaran pengguna bahwa elpiji kemasan 3 kg ini sebenarnya hanya untuk rumah tangga warga miskin.

"Sosialisasi terus kami lakukan agar peternak tidak menggunakan elpiji bersubsidi. Dan program di Boyolali ini menjadi pilot project yang akan diterapkan di wilayah lain agar distribusi elpiji 3 kg sesuai peruntukannya," ujar Andar seusai deklarasi kerja sama pemasangan instalasi penghangat bersama 60 peternak ayam broiler Boyolali, di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali, Kamis (14/2/2019).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali Juwaris menambahkan dari sekitar 600 kandang peternakan ayam di Boyolali, sebagian besar masih menggunakan gas elpiji bersubsidi untuk sumber energi penghangat ayam. "Dari dinas juga akan memberikan perhatian lebih, misalnya dari aspek kesehatan hewan dan sebagainya," ujarnya.

20 Tabung

Ketua Paguyuban Ternak Desa Manyaran Karanggede Sukron mengatakan saat ini sistem penghangatan ternak sudah beralih. Dulu, lanjutnya, penghangat menggunakan serbuk bekas gergaji kayu dan saat ini beralih menggunakan gas elpiji.

Dia mengatakan, penggunaan gas berkapasitas 3 kg untuk penghangat ayam untuk satu kandang berkapasitas 3.000 ekor ayam membutuhkan 18-20 tabung dalam satu kali masa panen atau selama 35 hari.

Sekarang, dengan dibantu instalasi penghangat dari PT Pertamina, pihaknya siap beralih ke gas elpiji nonsubsidi. "Karena dibantu PT Pertamina dengan pemasangan instalasi penghangat, maka kami beralih menggunakan elpiji nonsubsidi," ujarnya.