Peras 2 Remaja di GOR Gelarsena Klaten, Polisi Gadungan Dibekuk

Polisi menggelandang Aji, pengangguran yang mengaku-ngaku polisi di Mapolres Klaten, Jumat (15/2/2019). (Solopos - Ponco Suseno)
15 Februari 2019 16:15 WIB Ponco Suseno Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Wasta Setiaji alias Aji, 28, warga Mojayan, Klaten Tengah, dibekuk Satreskrim Polres Klaten, Sabtu (9/2/2019). Aji ditangkap karena mengaku-ngaku sebagai anggota Satnarkoba Polres Klaten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Aji merupakan seorang pengangguran di Mojayan, Klaten Tengah. Lantaran butuh duit guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Aji nekat menyaru sebagai polisi di gerbang GOR Gelarsena Klaten, Sabtu (2/2/2019) pukul 18.00 WIB.

Waktu itu, Aji menemui dua remaja asal Karangdowo yang nongkrong di GOR Gelarsena. Saat menongkrong, kedua remaja itu, Ridwan Wahyu Setiawan, 19, dan Fajar Asnawi, 19, membawa smartphone.

Di hadapan Ridwan dan Fajar, Aji yang mengenakan pakaian preman mengaku sebagai anggota Satnarkoba Polres Klaten. Tanpa menunjukkan surat tugas, Aji menuduh Ridwan dan Fajar telah bertransaksi narkoba melalui cash on delivery (COD).

Saat itu, Aji mengancam Ridwan dan Fajar agar tak berbuat macam-macam. Tersangka tak segan-segan menembak kepala kedua warga Karangdowo itu kalau terindikasi melawan. Lantaran diancam ditembak, Ridwan dan Fajar ketakutan.

Situasi ini dimanfaatkan Aji untuk meminta smartphone merek Samsung dan Advan milik Ridwan dan Fajar. Selanjutnya, Aji mengajak Ridwan dan Fajar ke Mapolres Klaten guna kepentingan penyelidikan.

Aji mengendarai Honda Scopy sendirian. Ridwan dan Fajar mengendarai kendaraan mereka di belakang Aji. Di tengah jalan menuju Mapolres Klaten, Aji justru menghilang.

Melihat kejanggalan itu, Ridwan dan Fajar melaporkan ulah Aji ke Mapolres Klaten. Saat melaporkan ke polisi, Ridwan dan Fajar memberikan ciri-ciri fisik Aji.

Berbekal keterangan para korban pemerasan tersebut, polisi dapat meringkus Aji di Mojayan, Sabtu (9/2/2019). “Tersangka kami jerat Pasal 368 atau Pasal 378 tentang Pemerasan atau Penipuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana [KUHP] dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” kata Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Didik Sulaiman, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi, saat konferensi pers, di Mapolres Klaten, Jumat (15/2/2019).

AKP Didik Sulaiman mengatakan barang bukti yang disita dari tangan Aji yakni sepeda motor Honda Scoopy yang dijadikan sebagai sarana oleh tersangka. Di samping itu, polisi juga menyita ponsel Samsung milik Aji.

“Sedangkan ponsel Advan yang diambil dari korban sudah dijual senilai Rp200.000. Saat beraksi menjadi polisi gadungan, tersangka sebenarnya tidak membawa senjata api [senpi]. Saat dia mengancam menembak kepala ke kedua korbannya itu hanya gertakan,” katanya.

Aji mengaku terpaksa menyaru sebagai polisi gadungan guna menakut-nakuti kedua korbannya asal Karangdowo. “Aksi itu spontanitas karena faktor ekonomi. Saya sudah memiliki keluarga tapi belum bekerja. Obsesi saya sebenarnya ingin menjadi polisi. Tapi, saya belum pernah mendaftar sebagai calon polisi,” katanya.