Massa DSKS Kembali Berunjuk Rasa di Solo Bela Slamet Maarif

Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Sabtu (16/2/2019), berunjuk rasa di depan Mapolresta Surakarta - Solo. (Solopos/Ratih Kartika)
16 Februari 2019 16:40 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Massa dari Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Sabtu (16/2/2019), kembali berunjuk rasa di depan Mapolresta Surakarta/Solo untuk mengawal proses hukum yang membelit Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif. 

Sebelumnya, Polresta Surakarta menetapkan Slamet Maarif sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran kampanye Pilpres 2019 terkait orasi Tabligh Akbar PA 212 di Gladak, Pasar Kliwon, Solo, Minggu (13/1/2019). Proses penyidikan dilanjutkan di Polda Jawa Tengah dengan pertimbangan faktor keamanan.

Wartawan Solopos, Ratih Kartika, melaporkan aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Solo diikuti puluhan orang sejak pukul 13.30 WIB. Sebagian di antara mereka memilih tempat teduh sembari mendengarkan orasi. Tampak spanduk bertuliskan "Stop Kriminalisasi Ulama" dan "Ulama adalah Pewaris Nabi Sesungguhnya Daging Ulama Itu Beracun". Aparat kepolisian tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi unjuk rasa.

Humas DSKS Endro Sudarsono mengaku aksi tersebut dilaksanakan karena ada kesan penyikapan khusus terhadap kegiatan Tabligh Akbar PA 212 di Gladag oleh pihak aparat berwajib, baik dari sisi pemberitahuan, pelarangan panggung, hingga pengadangan peserta tablig akbar.

"Tablig akbar, panitia telah menyampaikan surat pemberitahuan ke pihak terkait, yaitu Polsek Pasar Kliwon, Polresta Solo, Polda Jateng, sebagaimana Undang-Undang No. 9 tahun 1998 mengenai penyampaian pendapat di muka umum,"jelas Endro kepada wartawan di sela-sela aksi, Sabtu.

Menurut dia, panitia tablig akbar sudah memberitahukan melalui surat kepada Dishub Solo, dan koordinasi dengan Bawaslu Solo. Panitia juga telah menyampaikan kepada masyarakat tablig akbar murni kegiatan keamanan bukan kegiatan kampanye.

Pada Rabu (13/2/2019) lalu, DSKS berunjuk rasa di depan Mapolresta Solo meminta kepolisian untuk bersikap independen dan profesional dalam menangani proses hukum Slamet Maarif. Aksi tersebut berlangsung cepat dan tanpa menggunakan pengeras suara.