Buang Kertas Cap Ji Kia, 3 Warga Miri Sragen Digelandang Polisi

Kapolsek Miri AKP Fajar Nur Ikhsanuddin (dua dari kiri) mengungkap praktik perjudian jenis cap ji kia di wilayah Brojol dengan membekuk tiga tersangka perjudian di Mapolsek Miri, Sragen, Jumat (15/2 - 2019). (Istimewa/Polsek Miri)
16 Februari 2019 09:40 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Tim patroli Polsek Miri, Sragen, membekuk seorang penjual cap ji kia bersama dua orang pembeli di warung pinggir jalan Dukuh/Desa Brojol RT 004. Miri. Sragen, Jumat (15/2/2019). Mereka tertangkap gara-gara penjual membuang secarik kertas yang isinya transaksi cap ji kia di jalan saat tim patroli Polsek Miri melintas di depan warung.

Pembongkaran kasus perjudian tersebut diungkapkan Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Miri AKP Fajar Nur Ikhsanuddin saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (16/2/2019).

Fajar menyampaikan ketiga tersangka yang dibekuk polisi terdiri atas Sutarno alias Gepeng, 52, seorang penjual atau tambang cap ji kia asal Dukuh Gunungsono, Gilirejo, Miri dan dua orang pembeli, yakni Widodo, 50, warga Mudal, Soko, Miri dan Walidi, 52, warga Dukuh/Desa Bagor, Miri.

Dia menjelaskan polisi berhasil menyita barang bukti uang hasil transaksi cap ji kia senilai Rp149.000, kertas catatan cap ji kia, dan bolpoin warna hitam dari tangan para penjudi tersebut.

“Peristiwa penangakapan penjudi cap ji kia itu terjadi saat personel Polsek Miri berpatroli di wilayah Desa Brojol, Miri. Saat melintas di warung dan kemudiana berhenti di warung wilayah Dukuh Brojol. Saat itu, anggota melihat ada orang membuang kertas. Setelah dicek kertas itu ternyata berisi catatan hasil penjualan cap ji kia,” ujarnya.

Dari barang bukti tersebut, kata Fajar, anggota langsung membekuk tiga orang yang ada di warung yang kebetulan berstatus sebagai tambang cap ji kia dan pembeli cap ji kia. Mereka langsung digelandang ke Mapolsek Miri dengan mobil patroli untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tambang cap ji kia itu buka sampai tujuh kali dalam sehari, yakni mulai pukul 11.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Hasil transaksi per bukaan tidak menentu. Para penjudi itu dijerat dengan Pasal 303 KUHP dengan ancaman penjara sampai 10 tahun,” kata Kapolsek.