Inspiratif, Perangkat Desa di Klaten Ini Bikin Aplikasi Khusus Pilkades

Sekretaris Desa Tanjungsari, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Bogy Harseno, menunjukkan website dan aplikasi yang ia buat untuk memudahkan Pilkades di Desa Tanjungsari. Foto diambil Kamis (14 - 2).
16 Februari 2019 18:30 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Seorang Perangkat Desa Tanjungsari, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, mengembangkan website dan aplikasi khusus untuk pemilihan kepala desa (pilkades) di desa setempat.

Pengembangan itu dilakukan untuk memudahkan panitia saat proses pemilihan hingga warga untuk mendapatkan informasi jumlah perolehan suara.

Website dan aplikasi itu dibuat oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjungsari, Bogy Harseno. Pria berumur 40 tahun itu tak masuk dalam kepanitian pilkades di desa setempat lantaran bakal mendapat tugas sebagai pelaksana harian (Plh) Kades Tanjungsari, selama kades definitif cuti guna mengikuti pilkades serentak yang digelar 13 Maret 2019.

Bogy mengatakan website berbasis WordPress ia buat selama tiga hari. Ia memanfaatkan server dan hosting milik Desa Tanjungsari. Website beralamat pilkades.tanjungsari.id dan bisa diakses melalui laptop, komputer, atau ponsel berbasis android yang terkoneksi internet.

Konten yang ada di website lengkap. Tak hanya informasi kegiatan panitia serta pengumuman setiap tahapan, ada konten untuk pengunduhan berbagai regulasi hingga anggaran pilkades.

Selain itu, terdapat konten pengecekan data pemilih bagi warga Desa Tanjungsari sehingga warga tak perlu repot-repot mendatangi kantor desa.

Website dibuat agar tidak saling curiga. Data apa pun berkaitan pilkades ditampilkan. Selain itu, website dimaksudkan agar warga yang boro bisa mengetahui pilkades terkini meski sedang berada di luar kota,” kata Bogy saat ditemui di kantor Desa Tanjungsari, Kamis (14/2/2019).

Selain website, Bogy mengembangkan aplikasi atau program khusus untuk pilkades. Pengembangan itu dilakukan memanfaatkan codeigniter, sebuah framework tak berbayar alias gratis untuk memudahkan pembuatan aplikasi berbasis website.

Ada beberapa aplikasi yang ia buat menyesuaikan kebutuhan. Aplikasi pendaftaran ia buat untuk memudahkan panitia bagian pendaftaran mendata calon pemilih yang sudah mendatangi tempat pemungutan suara (TPS). Panitia tinggal mengetik nomor surat undangan yang dibawa masing-masing calon pemilih ke aplikasi dan secara otomatis akan muncul nama, alamat, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, serta status.

Aplikasi berikutnya difungsikan untuk memudahkan panitia memanggil pemilih yang sudah antre di TPS menggunakan hak pilihnya. Panitia tinggal meng-klik tombol panggil dalam aplikasi.

Laptop atau komputer yang sudah dihubungkan ke pengeras suara akan menyebutkan nama dan nama TPS untuk mencoblos. “Jadi panitia tidak lagi secara manual memanggil melalui pengeras suara,” jelas dia.

Setelah pemilih selesai mencoblos, panitia tinggal meng-klik tombol selesai hingga muncul nama warga yang sudah menggunakan hak pilih. Aplikasi berikutnya berfungsi untuk menampilkan rekapitulasi daftar hadir pemilih.

Aplikasi itu juga menampilkan grafik di setiap TPS serta berapa banyak warga yang sudah menggunakan hak pilih mereka. “Tampilan aplikasi ini rencananya akan disajikan dalam layar sehingga bisa dilihat panitia serta cakades,” jelas dia.

Tahapan Pencoblosan

Aplikasi berikutnya yang saat ini masih dibuat Bogy yakni untuk penghitungan suara. Melalui aplikasi itu, panitia akan memasukkan perolehan suara masing-masing cakades secara saat proses penghitungan suara dilakukan. Aplikasi terintegrasi dengan website Pilkades Tanjungsari sehingga bisa diakses warga dari berbagai lokasi tanpa harus mendatangi TPS.

Penggunaan aplikasi itu dipastikan tak mengubah tahapan pencoblosan. Aplikasi dibuat untuk memudahkan panitia pemilihan, pemilih, hingga cakades selama tahapan berlangsung.

Bogy menegaskan tak ada biaya sepersen pun untuk membuat website hingga aplikasi pilkades. Ia memanfaatkan kemampuannya sekaligus pekerjaan sampingan sebagai pengembang website.

Disinggung alasannya membuat website dan aplikasi tersebut, Bogy menuturkan termotivasi pilkades di sejumlah kabupaten yang dikembangkan dengan sistem e-voting. “Termotivasi dari Kabupaten Pemalang yang sudah menggunakan e-voting. Harapannya, di Klaten juga bisa diterapkan seperti itu,” kata dia.

Salah satu anggota panitia Pilkades Tanjungsari, Riki Bangun Baskoro, mengatakan penerapan aplikasi dalam tahapan pencoblosan tersebut sudah disimulasikan oleh seluruh panitia pemilihan.

Rencananya, di setiap bagian tugas panitia saat pencoblosan disediakan laptop yang sudah terkoneksi dengan aplikasi. “Ini memudahkan panitia. Selain itu menghemat tenaga dan waktu,” kata anggota panitia seksi publikasi dan sosialisasi itu.