2 Sopir Angkuta di Wonogiri Adu Jotos Viral di Medsos

Ilustrasi perkelahian - adu jotos (Antara)
16 Februari 2019 17:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Dua sopir angkutan umum perkotaan (angkuta) jurusan Pasar Kota Wonogiri-Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri adu jotos diduga karena rebutan penumpang di depan SMPN 1 Wonogiri, Jumat (15/2/2019) siang.

Akibat kejadian itu salah satu dari mereka mengalami luka di pelipis. Namun, keduanya akhirnya berdamai meski sebelumnya sempat ada yang melapor ke Polres Wonogiri.

Informasi yang dihimpun solopos.com, Sabtu (16/2/2019), keduanya adalah Warsono, sopir angkuta bernomor pintu 70 dan Parimin, sopir angkuta bernomor pintu 75. Mereka berusia lebih kurang 50 tahun. Peristiwa terjadi pukul 11.30 WIB saat para siswa SMPN 1 Wonogiri pulang sekolah. Lokasi itu dekat rumah dinas pejabat Polres Wonogiri dan Markas Satlantas.

Saat itu kondisi sedang ramai, sehingga perkelahian antarbapak-bapak tersebut menyita perhatian. Dalam perkelahian itu Parimin mengalami luka di pelipis akibat terantuk badan angkuta. Polisi di dekat lokasi memisah mereka. Petugas meminta keduanya menyelesaikan masalah di Polres Wonogiri.

Setelah dimediasi keduanya berdamai. Pihak yang mendamaikan mereka merupakan pemilik angkuta yang mereka sopiri. Pemilik angkuta masih keluarga, yakni bapak dan anak. Perseteruan di antara mereka terjadi sejak beberapa hari terakhir, tetapi tak sampai adu fisik.

Salah satu orang merekam aksi perkelahian tersebut. Video yang diperkirakan diambil dari dalam angkuta itu tersebar luas di media sosial (medsos). Pengamatan dari video berdurasi 34 detik itu yang diperoleh solopos.com, Warsono dan Parimin terlibat adu mulut namun pembicaraan mereka tak terdengar.

Dalam video itu terlihat ada sejumlah siswi duduk di angkuta. Tak berselang lama kedua sopir angkuta berkelahi. Beberapa orang berteriak meminta mereka berhenti berkelahi.

Saat solopos.com menunggu kedatangan keduanya di depan SMPN 1 Wonogiri selama 30 menit ketika para siswa pulang sekolah, Sabtu, angkuta bernomor pintu 70 dan 75 tak terlihat. Sedianya solopos.com akan meminta konfirmasi kepada mereka.

Pekerja di salah satu tempat usaha di depan SMPN 1 Wonogiri membenarkan adanya peristiwa perkelahian dua sopir angkuta. Hanya, perempuan muda yang tak mau disebut namanya itu tak mengetahui secara pasti penyebab mereka berkelahi.

Sopir angkuta yang menunggu penumpang di depan SMPN 1 Wonogiri, Kendi, mengonfirmasi bahwa dua rekannya berkelahi, Jumat siang. Saat itu dia tak jauh dari lokasi mereka berkelahi. Namun, Kendi tak mendekat karena harus segera berangkat mengingat angkutanya sudah penuh penumpang.

“Kalau hanya peringatan secara lisan di antara para sopir angkuta sih biasa. Tapi kalau sampai adu fisik baru kemarin [Jumat] terjadi. Sudah tua ngapain berkelahi, harusnya malu. Apalagi berkelahi di hadapan anak-anak,” kata dia.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani, menyatakan hingga Jumat pihaknya tak menerima laporan kasus perkelahian antarsopir angkuta di depan SMPN 1 Wonogiri.