Pengelola TSTJ Solo Carikan Jodoh Untuk Gajah Manohara

Gajah koleksi TSTJ Solo tersisa dua ekor setelah salah satu gajah, Jati, 55, mati dua pekan lalu. (Istimewa - TSTJ Solo)
17 Februari 2019 17:15 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Gajah koleksi Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo atau Solo Zoo, kini tinggal tersisa dua ekor yang semuanya betina yakni Dian yang berumur 50 tahun dan anaknya, Manohara, yang berumur 10 tahun.

Tak ada gajah jantan setelah Jati, pasangan Dian sekaligus bapaknya Manohara, mati dua pekan karena usianya yang sudah tua. Jati berumur 55 tahun.

Direktur Utama Perumda TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, menjelaskan Manohara kini dalam program mencari jodoh atau pasangan. Tujuannya agar menghasilkan keturunan untuk menambah koleksi gajah TSTJ.

TSTJ biasanya menempuh cara pertukaran satwa untuk mendatangkan koleksi baru dengan seizin Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Kami sudah menghubungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam [BKSDA] dan beberapa lembaga konservasi lain untuk upaya ini," ujar Bimo kepada Solopos.com, Sabtu (16/2/2019).

BKSDA nanti akan mengirimkan surat ke Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Apabila kementerian menyetujui, pertukaran baru dapat dilakukan.

"Nantinya apabila dapat gajah jantan lagi, kami bisa memasangkan dengan Dian maupun Monahara," tutur Bimo.