Dirazia, Belasan Pemuda Sragen Kalang Kabut Tinggalkan Motor

Belasan motor barang bukti hasil operasi balapan liar diamankan di depan Kantor Satlantas Polres Sragen, Minggu (17/2/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
17 Februari 2019 19:05 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Sebanyak 12 kendaraan bermotor disita satu regu Dalmas Satuan Sabhara Polres Sragen dalam operasi balapan liar di tiga lokasi berbeda, Minggu (17/2/2019) dini hari.

Dari belasan kendaraan tersebut, dua motor di antara tanpa pelat nomor dan satu pengendara motor terindikasi mengonsumsi minuman beralkohol atau minuman keras (miras).

Belasan kendaraan bermotor tersebut diamankan di halaman Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen. Motor-motor tersebut dipasangi garis polisi (police line) dan dipagari barrier plastik bewarna oranye.

Tim Satlantas masih mengidentifikasi belasan kendaraan tersebut untuk mengetahui pemiliknya dan mengidentifikasi bila ada indikasi tindak pidana.

Kasatsabhara Polres Sragen AKP Agung Ari Purnowo mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan dalam jumpa pers di Mapolres Sragen, Minggu sore, menjelaskan operasi balapan liar tersebut dilakukan pada pukul 01.45 WIB setelah patroli pengamanan logistik Pemilu 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen.

Satu regu Dalmas Satuan Sabhara Polres Sragen yang dipimpin Agung melewati Taman Krido Anggo. Mereka mendapati sekumpulan pemuda yang menongkrong di taman itu sembari menggeber motor seperti hendak ada balapan motor.

“Kami turun dan mendatangi sekelompok pemuda itu dengan tujuan pembinaan. Mereka justru menjauh saat kami datangi. Mereka kabur menuju Kampung Sragen Manggis di sebelah selatan Taman Krido Anggo. Ternyata di kampung itu sudah dihalau warga dengan memasang semacam barikade di sejumlah akses jalan kampung. Warga yang sering terganggu dengan aktivitas mereka menjadi gerah dan cenderung emosi,” ujar mantan Kapolsek Sragen Kota itu.

Agung dan timnya berhasil menenangkan warga sehingga tidak sampai ada aksi main hakim sendiri. Namun para pemuda itu berlari kalang kabut dan meninggalkan motor mereka.

Ada 10 motor yang ditinggal di lingkungan Kampung Sragen Manggis itu. “Kemudian kami menyisir lagi di sepanjang Jl. Raya Sukowati dan menemukan sekelompok pemuda lainnya di depan Toserba Luwes yang juga menggeber motor dengan acara atraktif dan hiperaktif," jelas Agung.

Agung menambahkan aksi para pemuda itu seperti mengejek aparat. Saat didatangi, mereka juga kabur menuju Kampung Sarigunan di utara Toserba Luwes. "Ternyata di sana masuk gang buntu sehingga ada satu motor yang diamankan warga dan diserahkan kepada polisi, yakni Honda C70,” ujar Agung.

Sebelas motor itu dibawa ke Mapolres Sragen. Tim yang dipimpin Agung kemudian melanjutkan operasi balapan motor liar di jalan ring road utara. Di lokasi tersebut juga ditemukan sekumpulan pemuda dengan tabiat yang sama.

“Motor digleyer dalan kondisi tidak jalan. Hal itu mengganggu warga. Mereka juga lari saat didatangi petugas. Di jalan itu kami menyita satu motor milik salah satu dari mereka, yakni Kawasaki Ninja AD 5203 EU. Pemilik motor inilah yang terindikasi menggunakan miras. Kami akan dalami dan bila terbukti akan kami jerat dengan Perda Miras,” ungkapnya.

Agung menilai aktivitas pemuda yang rata-rata berusia SMA dan sebagian sudah bekerja itu cenderung hiperaktif dan terkesan mengejek aparat. Dia mengatakan mereka ini memang harus dibina dan harus melibatkan semua pihak supaya ada efek jera.

“Kami akan terus melakukan operasi balapan liar dengan menggandeng warga sekitar lokasi. Ternyata warga sudah menyiapkan metode dan trik tersendiri untuk membuat mereka jera, salah satunya dengan memasang barikade. Lokasi yang sering digunakan di Jl. Raya Sukowati dan di Jl. Ring Road Utara,” ujar Agung.

Kasatlantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra mendapat limpahan 12 motor dari Satuan Sabhara Polres Sragen untuk menindaklanjutinya. Dani sudah membuat imbauan terkait larangan balapan liar menyusul adanya kasus balapan liar di Taman Krido Anggo yang viral di media sosial.

“Kapolres memerintahkan setiap jam untuk melakukan operasi masif mulai pukul 01.00 WIB-03.00 WIB. Hal itu sudah dilakukan Satuan Sabhara. Belasan kendaraan bermotor itu kami data dan kami identifikasi. Besok kami merencanakan cek fisik nomor mesin dan rangkanya. Bila tidak sama bisa terindikasi pidana. Motor yang sudah teridentifikasi supaya diambil pemiliknya dengan membawa surat-surat kelengkapannya,” jelas Dani.

Surat-surat yang dimaksud Dani yakni Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) atau bukti angsuran bila masih kredit. Bila surat-suratnya tidak lengkap, Dani akan memberi sanksi tilang.

“Kami mengkroscek dan mengidentifikasi kepemilikan motor dulu untuk mengetahui ada indikasi sekadar tilang atau indikasi pidana,” tuturnya.

Berikut daftar 12 kendaraan bermotor hasil razia Satuan Sabhara Polres Sragen:
1. Honda Beat (AD 2794 BCF)
2. Suzuki Tornado (AD 4386 PE)
3. Yamaha Vega (AD 2029 GE)
4. Kawasaki Ninja (AD 5203 EU)
5. Honda Beat (AD 4260 AHF)
6. Suzuki Satria (tanpa nopol)
7. Yamaha Vega (tanpa nopol)
8. Honda C70 (AD 2797 HE)
9. Honda Scoopy (AD 3910 AVE)
10. Honda Beat (AD 4575 ASE)
11. Honda Beat (KT 2947 UD)
12. Yamaha Vixion (AD 4015 AOE)
Sumber: Polres Sragen. (trh)