Warga Sragen Ini Namai Anak Bungsu Mereka Joko Widodo Ma'ruf

Suwarno dan Heni, warga Sragen, menggendong bayi mereka yang diberi nama Joko Widodo Ma'ruf. (Istimewa - Paniyo)
17 Februari 2019 19:45 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Bayi pasangan Suwarno-Heni itu lahir pada Jumat (11/1/2019) pukul 23.00 WIB. Kini di umurnya baru 36 hari, bayi itu sudah terkenal.

Bagaimana tidak? Namanya hampir tiap hari didengar orang, apalagi menjelang Pemilu Presiden (Pilpres), April mendatang. Hal itu karena pasangan Suwarno dan Heni memberi nama anak ketiga mereka sama dengan nama calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Pasangan suami istri asal Dukuh Kiping RT 047, Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, itu memberi nama Joko Widodo Ma’ruf kepada anak tersebut. Sehari sebelumnya, Suwarno dan Heni baru saja menggelar hajatan besar sebagai wujud syukur atas lahirnya anak laki-lakinya itu pada hari ke-35.

Orang Jawa menyebutnya dengan istilah selapanan, yakni tepatnya pada Sabtu (16/2/2019) lalu. Sabtu Pahing itu merupakan weton atau hari lahir Joko Widodo Ma’ruf. “Yang memberi nama bapaknya karena ngefans dengan Pak Presiden Jokowi. Sebenarnya kami berdua berharap yang lahir anak perempuan. Saya dan suami sudah menyiapkan nama perempuan. Ternyata yang lahir anak laki-laki. Bapak si bayi bilang mau saya kasih nama yang sama dengan orang yang aku suka. Ya, namanya Joko Widodo Ma’ruf,” ujar Heni, 41, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (17/2/2019).

Dengan nama yang sama dengan nama capres-cawapres pada Pemilu 2019 membuat si bayi menjadi terkenal dalam hitungan hari. Hampir seluruh warga di wilayah Desa Banaran mengetahui kabar bayi bernama Joko Widodo Ma’ruf itu.

Heni berkisah suaminya mengagumi sosok Presiden Jokowi sejak mengandung anak bungsunya itu. Heni melihat suaminya seperti orang ngidam saking senangnya dengan figur Presiden Jokowi.

“Saya lahiran di klinik. Sebenarnya mau lahir normal. Tetapi air ketubannya keburu pecah dan terpaksa sesar. Air ketuban sempat masuk ke tubuh si jabang bayi. Akhirnya, bayi dilarikan ke RSUD Sragen. Bayi dirawat khusus di RSUD selama delapan hari dan akhirnya selamat dan sehat bayinya sampai sekarang. Waktu lahir bobotnya 3,2 kg dan panjang 51 cm,” ujar Heni.

Hajatan selapanan yang digelar keluarga Suwarno-Heni sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas lahirnya anak itu dalam kondisi selamat dan sehat. Suwarno hanya petani biasa dan bukan sukarelawan pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Sedangkan Heni berjualan online lewat Facebook untuk produk kecantikan, baju, dan lainnya. “Yang penting bisa untuk makan hasilnya,” ujarnya.

Kabar lahirnya Joko Widodo Ma’ruf sampai juga ke telinga Kepala Desa (Kades) Banaran, Susilo. Ia yang ditunjuk keluarga Suwarno-Heni untuk menyampaikan atur pambagya harja atau ucapan selamat datang saat hajatan selapanan, Sabtu malam lalu.

“Saat itu ya saya jelaskan. Suwarno sengaja memberi nama Joko Widodo ditambahi Ma’ruf karena suka dengan Pak Jokowi. Mungkin Suwarno ini memang pendukungnya Pak Jokowi. Suwarno itu petani biasa yang suka dengan Pak Presiden,” ujarnya.

Susilo menyampaikan sejak bayi itu lahir, namanya sudah tenar se-Desa Banaran. Susilo berdoa semoga bayi Joko Widodo Ma’ruf menjadi anak yang saleh, berguna bagi bangsa dan negara serta setelah besar bisa menjadi pemimpin Indonesia seperti Presiden Jokowi.

“Hajatan Sabtu malam itu didatangi banyak tamu siang dan malam karena bayi itu sudah kondang. Ada anggota DPRD Sragen yang datang juga ke rumah Suwarno. Memang anggota itu rajin turun ke masyarakat,” ujarnya.