Puskesmas Ngemplak Boyolali Kebanjiran, Pasien Dilayani di Halaman

Kondisi Puskesmas Pembantu Ngemplak di Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, yang terendam genangan air, Jumat (15/2 - 2019). (Istimewa)
17 Februari 2019 12:35 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Puskesmas Pembantu Ngemplak di Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, kebanjiran pada Jumat (15/2/2019). Akibatnya pelayanan kesehatan pada Sabtu (16/2/2019) dilakukan di halaman puskesmas.

Seorang bidan yang tinggal di kompleks puskesmas tersebut, Diah Ayu Wulan Suci, mengatakan sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah tersebut cukup lama. Air mulai menggenangi puskesmas sekitar pukul 17.00 WIB.

Menurutnya, genangan itu cukup dalam hingga mencapai sekitar 50 cm sehingga merendam sebagian perlengkapan pelayanan kesehatan seperti kursi dan meja. “Kursi dan meja puskesmas terendam separuh [ketinggian] karena airnya cukup dalam,” ujarnya kepada Solopos.com, Sabtu.

Genangan tersebut juga merendam perabotan rumah yang ia tinggali. “Saya juga tinggal di situ, perabotannya terendam. Tapi untuk barang-barang elektronik sudah kami angkat sehingga tidak kena genangan,” imbuhnya.

Genangan surut keesokan harinya atau Sabtu pagi. Namun musibah itu menyisakan lumpur dan kotoran di sekitar puskesmas. Petugas langsung melakukan pembersihan bersama-sama.

Meski demikian, kondisi di dalam ruangan puskesmas belum memungkinkan untuk melakukan pelayanan kesehatan. Padahal, pelayanan pasien harus tetap dijalankan sehingga terpaksa pelayanan dilakukan di halaman puskesmas.

“Saya sekarang sedang tidak ada di tempat karena ada acara outbound. Katanya tadi pelayanan tetap berjalan karena pasien di puskesmas ini cukup banyak, rata-rata 30-40 orang per hari. Tapi terpaksa pelayanan dilakukan di halaman puskesmas karena di dalam masih kotor,” imbuh Wulan.

Sementara itu, munculnya genangan ini bukan kali pertama. Menurut Wulan, selama 2019 sudah empat kali puskesmas itu tergenang dan kali ini yang paling parah.

Genangan terjadi karena posisi puskesmas yang lebih rendah dibandingkan lahan di sekitarnya, terlebih saluran di Pasar Mangu yang terletak di sebelahnya tidak berfungsi dengan baik.

“Tahun ini sudah empat kali. Kemarin ini [Jumat] yang paling parah. Mungkin karena gorong-gorong Pasar Mangu pampat atau tidak berfungsi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Boyolali Ratri S. Survivalina mengatakan dengan kejadian ini ada rencana membangun puskesmas pembantu baru di lokasi yang lebih aman dari genangan.

“Kalau masih banjir, rencananya kami bangun Puskesmas Ngemplak 2 untuk melayani masyarakat Ngemplak di sebelah barat,” ujarnya.

Sementara itu, dia mengakui genangan yang terjadi di puskesmas disebabkan saluran di sekitar Pasar Mangu yang belum rapi. Kondisi ini diperburuk dengan posisi puskesmas yang lebih rendah dibandingkan lahan di sekitarnya.