Sungai Benowo Karanganyar Terhambat Tumpukan Sampah

Sukarelawan, BPBD Karanganyar, dan warga sekitar membakar sampah yang diambil dari Sungai Benowo pada Minggu (17/2/2019/2019). (Solopos - Sri Sumi Handayani)
17 Februari 2019 21:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sukarelawan dari wilayah Jaten, BPBD, dan warga sekitar bekerja bakti membersihkan sampah di Sungai Benowo, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Minggu (17/2/2019).

Pantauan Solopos.com, aliran Sungai Benowo tersumbat sampah sehingga tidak bisa mengalir dengan lancar. Aliran air tersendat karena sebagian sungai dan tepi sungai tertutup timbunan sampah rumah tangga, patahan pohon, dan lain-lain.

Selain sampah, pendangkalan sungai juga disebabkan gundukan tanah. Kondisi itu dikhawatirkan menjadi sarang nyamuk dan menyebabkan penyakit bagi warga.

Koordinator Sukarelawan Polo Kendo, Danang Kuswoyo, menyampaikan keprihatinan melihat kondisi sungai yang mengalir di antara permukiman di Ngringo. Mereka bekerja bakti membersihkan sampah di sungai untuk mengantisipasi bencana alam dan penyakit.

Posisi sungai tidak jauh dari permukiman tetapi berada di dasar jurang. "Batang bambu dari hulu terbawa aliran air saat hujan deras. Berhenti dan menumpuk di Sungai Benowo. Tepi sungai ikut tertutup. Air yang tertahan ini kan bisa menjadi tempat nyamuk bertelur. Kami membantu mencegah penyakit demam berdarah yang disebarkan nyamuk," kata Danang, Minggu (17/2/2019).

Mereka menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui BPBD Karanganyar, Pemerintah Kecamatan Jaten, dan sukarelawan lain. Mereka membersihkan sampah di sungai menggunakan mesin diesel, gergaji mesin, dan lain-lain.

Mereka membakar sampah ranting pohon, bambu, ben bekas, dan lain-lain yang menumpuk di tepi sungai. "Hari ini enggak bisa selesai. Kemungkinan dilanjutkan sampai beberapa hari," ujar dia.

Sementara itu, Camat Jaten, Aji Pratama Heru Kristanto, mengatakan pembersihan sampah di Sungai Benowo relatif sulit karena medan dan jumlah sampah yang banyak. Mayoritas sampah yang menggunung di sungai adalah sampah organik.

Wilayah Jaten dilewati sejumlah sungai. Rata-rata kondisi sungai di Jaten termasuk kategori banyak timbunan sampah rumah tangga dan pohon.

"Ini berbeda dengan sungai lain di dekat jalan. Pembersihan sampah organik seperti pohon, bambu, dan lainnya dengan dibakar. Setelah sebagian hangus, kami lebih mudah memotong batang yang besar. Banyak sungai di Jaten. Nanti dibuka dulu aliran dari gundukan sampah. Setelah itu endapan di tengah sungai ditepikan. Ini harus berkesinambungan," tutur Heru saat berbincang dengan wartawan, Minggu.