Komunitas Soloraya Kini Srawung Bersama

Srawung Komunitas Soloraya di El Samara Cofeespace, Mangkubumen, Kota Solo, Minggu (17/2 - 2019). (Istimewa)
18 Februari 2019 14:55 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Dari awal berdirinya bangsa ini, Indonesia terdiri atas berbagai macam suku, bangsa, maupun adat-istiadat yang berbeda namun bersatu karena adanya ikatan sosial serta tujuan yang sama. Hingga kini, telah banyak ujian menimpa bangsa ini, namun persatuan tetap utuh.

Salah satu yang membuat hal tersebut yakni dengan adanya komunitas. Komunitas dikenal sebagai pengikat sosial untuk membangun persatuan, tempat berbagi informasi, dan sarana untuk aktualisasi diri untuk mencapai tujuan bersama. Ikatan sosial dari berbagai komunitas inilah yang membentuk jati diri Bangsa Indonesia yang penuh ragam.

Telah banyak komunitas yang dibentuk di Indonesia, bahkan bertumbuh pesat saat munculnya milis pada era 2000-an dan media sosial pada masa kini. Banyak komunitas yang memberikan pengaruh besar pada masyarakat, bahkan di antaranya menciptakan prestasi yang membanggakan negara.

Namun gempita dari komunitas di Indonesia mulai meredup gaungnya seiring berjalannya waktu. Banyak komunitas tidak dapat melaksanakan regenerasi sehingga membuat kegiatannya vakum. Tetapi di sisi lain, banyak orang tidak mengetahui informasi tentang adanya komunitas tersebut.

Di Soloraya sendiri, banyak komunitas telah terbentuk. Ada komunitas berbasis agama, budaya, bisnis, kesenian, sosial, pendidikan, dan masih banyak lagi. Namun banyak juga komunitas di Soloraya akhirnya vakum karena permasalahan sama dengan kondisi komunitas kebanyakan.

Mengatasi hal itu, perwakilan dari komunitas-komunitas di Soloraya menyelenggarakan kegiatan Srawung Komunitas Soloraya pada Minggu (17/2/2019) lalu di El Samara Cofeespace, Mangkubumen, Kota Solo.

Srawung Komunitas Soloraya di El Samara Cofeespace, Mangkubumen, Kota Solo, Minggu (17/2/2019). (Istimewa)

Pada acara ini, seluruh komunitas yang ikut serta dapat membagikan wawasan serta impiannya terhadap Soloraya dengan caranya masing-masing sesuai dengan latar belakangnya. Dalam acara ini pula, dilakukan grand launching terhadap platform KomunitasSolo.com yang dibangun oleh komunitas-komunitas di Soloraya.

Tri Achmad Syahroni, salah satu pendiri platform KomunitasSolo.com yang juga pengurus di PHP Indonesia Jogloraya, mengatakan KomunitasSolo.com dibangun untuk membantu seluruh masyarakat menemukan komunitas yang sesuai dengan jati dirinya.

"Mereka menginginkan sebuah yellowpages atau istilah kekiniannya adalah basis data yang terdapat daftar komunitas di Soloraya. Masyarakat yang menginginkan informasi terkait komunitas tertentu dapat dengan mudah menemukannya dengan hanya beberapa klik," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa KomunitasSolo.com tak dibuat untuk profit, namun murni untuk komunitas. Salah seorang pegiat komunitas, Victor Pundhi Anugrah, menyatakan kegembiraannya dengan dibangunnya KomunitasSolo.com. Ia bercerita banyak masyarakat kesusahan mencari informasi terkait komunitas, terutama bagi masyarakat yang baru tinggal di Solo.

"Sebenarnya banyak teman-teman dari kota lain yang baru tinggal di Solo dan juga teman-teman yang baru saja pulang dari menempuh sekolah di daerah lain, kebingungan dalam berkomunitas," ungkapnya.

Ia berharap dengan diadakannya Srawung Komunitas secara rutin dan platform KomunitasSolo.com membentuk banyak sinergi antarkomunitas untuk mengadakan pergerakan dan kegiatan dalam rangka ikut berkontribusi dalam pembangunan di Soloraya.