Pekan Pertama E-Tilang Solo, Ini Pelanggaran Paling Sering Terjadi

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, memberikan pengarahan kepada anggota Satlantas terkait penerapan e-tilang mulai Rabu (13/2/2019). (Solopos - Ichsan Kholif Rahman)
18 Februari 2019 16:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Satlantas Polresta Surakarta pada pekan pertama penerapan penanganan pelanggaran lalu lintas secara eletronik (e-tilang) sudah mengirimkan surat permintaan konfirmasi kepada 15 pelanggar.

Sementara itu, dari lima orang yang dikirimi surat konfirmasi pelanggaran pada hari pertama penerapan e-tilang, Rabu (13/2/2019), baru dua orang yang mengonfirmasi pelanggaran mereka.

Konfirmasi dilakukan dengan datang langsung ke Kantor Satlantas. Sisanya sebanyak tiga orang belum mengonfirmasi sehingga kemungkinan STNK mereka akan diblokir.

Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Imam Safi'i, saat dijumpai wartawan di sela-sela kegiatannya, Minggu (17/2/2019) pagi, mengatakan dari 15 orang yang dikirim surat konfirmasi itu, paling banyak melanggar markah jalan saat alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) berwarna merah.

Menurutnya, hal itu tidak dapat ditoleransi karena dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Pelanggaran lainya yakni tidak memakai helm baik pengendara sepeda motor maupun pembonceng.

Satu di antaranya terekam closed circuit television (CCTV) sedang berboncengan lebih dari dua orang. “Pada pekan depan akan dilakukan pengawasan ke Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Kolonel Sutarto, dan Jl. Ir. Sutami ditambah tiga ruas jalan utama sebelumnya yakni Jl. Slamet Riyadi, Jl. A. Yani, dan Jl. Adisucipto,” ujarnya.

Ia menegaskan meskipun telah ada e-tilang bukan berati Satlantas tidak akan melakukan penindakan lainnya. Menurutnya, jajaran Satlantas Polresta Surakarta tetap akan melakukan razia stasioner dan hunting di ruas jalan Kota Solo.

Hal itu untuk mengawasi ruas jalan yang belum dipasangi CCTV dan kawasan rawan pelanggaran lalu lintas. Ia juga akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas sistem e-tilang.

Ia menegaskan e-tilang juga berlaku untuk masyarakat luar Kota Solo. Menurutnya, untuk masyarakat luar kota dapat menghubungi Satlantas Polresta Surakarta untuk mengonfirmasi pelanggarannya.

Setelah itu, proses e-tilang akan berlaku sesuai prosedur. Bintara Urusan Tilang, Aiptu Epen Supendi, mengatakan dari lima orang yang melanggar aturan lalu lintas pada hari pertama baru dua orang yang mengakui kesalahannya.

Kedua orang itu telah membayar denda melalui bank. Ia menegaskan akan menunggu tiga orang lainnya untuk mengonfirmasi pelanggarannya pada hari Senin (18/2/2019). Apabila tidak ada konfirmasi, surat tanda nomor kendaraan (STNK) pelanggar akan diblokir.