6 Desa di Sukoharjo Porak-poranda Diterjang Puting Beliung

Pohon tumbang akibat puting beliung di Sukoharjo, Minggu (17/2 - 2019), menimpa kendaraan (Istimewa)
18 Februari 2019 10:20 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Bencana angin puting beliung memporak-porandakan enam desa di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (17/2/2019) petang.

Puluhan rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga berat. Bahkan tiga unit mobil yang tengah di parkir di depan The Park Mall rusak akibat tertimpa pohon tumbang setelah diterjang angin puting beliung.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, bencana puting beliung terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, langit yang semula cerah mendadak menjadi mendung dan gelap. Tidak berapa lama hujan deras disertai angin puting beliung berputar-putar selama hampir lima menit.

Kejadian ini menyebabkan genteng rumah warga bertebangan. Tak hanya itu pohon juga bertumbangan. Angin puting beliung menumbangkan beberapa pohon dan belasan rumah rusak ringan hingga berat di enam desa. Enam desa ini adalah Desa Langenharjo, Madegondo, Kwarasan, Pandeyan, Grogol, dan Telukan.

Di Desa Langenharjo angin puting beliung menumbangkan satu baliho yang terletak di Pertigaan Bacem, serta pohon mahoni di Jalan Ir Soekarno tepatnya depan tempat Karoeke Kharisma. Kemudian di Desa Madegondo enam pohon trembesi depan parkir The Park roboh menimpa tiga unit mobil dengan nomor polisi AD 1889 PT, AD1753 JT, dan AD1972 PK.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Badan Pelaksana Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo. Tim BPBD dibantu polisi dan tentara serta petugas pemadam kebakaran melakukan evakuasi dan membersihkan sisa-sisa puing reruntuhan. Kepala BPBD Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan angin puting beliung merusak rumah penduduk. Rusak ringan hingga berat.

Dia mengatakan proses evakuasi langsung dilakukan tim BPBD dibantu instansi terkait lainnya. Evakuasi dilakukan dengan menggunakan gergaji mesin memotong setiap bagian pohon. Evakuasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Mengingat pohon tumpang dan menimpa rumah. Selain itu evakusi dilakukan terhadap pohon-pohon yang tumbang dan menutup akses jalan. Pohon tumbang tersebut langsung dibersihkan agar akses jalan terbuka dan bisa dilalui kendaraan.

"Kami juga melakukan koordinasi dengan PLN. Saat itu juga aliran listrik langsung dipadamkan," katanya.

Pihaknya meminta warga mewaspadai ancaman bencana tersebut. Yakni dengan tidak berteduh di bawah pohon dan baliho atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang. Sesuai dengan perkiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) potensi hujan disertai angin kencang akan terus terjadi pada bulan ini.