2 Rumah Rusak dan 19 Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Sragen

Asbes teras rumah milik Prayoto di Dukuh Jurangjero Kidul RT 016, Desa Jurangjero, Karangmalang, Sragen, rusak tertimpa lima pohon jati, Senin (18/2/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
18 Februari 2019 14:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Angin kencang melanda wilayah Kecamatan Sragen Kota, Sidoharjo, Karangmalang, dan Tanon, Sragen, Minggu (17/2/2019) petang.

Bencana alam tersebut mengakibatkan 19 batang pohon tumbang dan dua rumah rusak tertimpa pohon. Kerugian akibat bencana alam tersebut diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Dukuh Jurangjero Kidul, Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Sragen, menjadi salah satu daerah yang diterjang angin kencang tersebut pada pukul 17.30 WIB. Angin menumbang sejumlah pohon jati dan merobohkan hamparan tanaman padi di wilayah dukuh tersebut.

“Peristiwa angin itu terjadi saat menjelang Magrib. Pohon tumbang itu menimpa tanaman padi yang baru berbunga. Selain itu, tanaman padi yang siap panen maupun yang baru berbuah ikut roboh. Petani jadi rugi,” ujar Sunarso, 47, seorang petani asal Dukuh Purworejo RT 008, Desa Jurangjero, Karangmalang, Sragen, saat ditemui Solopos.com, Senin (18/2/2019).

Selain merusak tanaman padi, pohon tumbang akibat angin kencang juga merobohkan sejumlah pohon jati yang menimpa rumah milik Prayoto di Dukuh Jurangjero Kidul RT 016, Desa Jurangjero.

Suparno, 62, saudara Prayoto, mengaku kakinya gemetar saat terjadi angin kencang itu. Arah anginnya dari barat daya.

“Warnanya seperti awan. Saat angin juga terjadi banjir luapan drainase di sebelah barat dukuh yang menggenangi lingkungan tujuh rumah. Suaranya gemuruh. Ada 5-6 pohon yang tumbang dan menimpa rumah keponakan saya, Prayoto. Asbesnya remuk pada bagian teras dan beberapa genting di bangunan belakang rumah,” katanya.

Suparno menyampaikan angin kencang itu juga merusak genting Puskesmas Pembantu Jurangjero di sebelah utara rumah Prayoto. Kerusakannya tidak parah.

Suparno berharap pemerintah bisa mengatasi dampak luapan drainase kampung. Penyebabnya gorong-gorong yang melintang di jalan kabupaten itu sering pampat.

“Kalau gorong-gorong diganti, persoalan banjir bisa teratasi. Warga sudah mengadu ke Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang tetapi belum direspons,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, saat ditemui Solopos.com secara terpisah, menjelaskan angin kencang itu melanda empat kecamatan. Selain di wilayah Jurangjero, Karangmalang, Sugeng menyebut dampak angin kencang juga di wilayah Kelurahan Sine, Sragen Kota.

Sugeng mengatakan di Sine ada sebuah teras rumah milik warga tertimpa pohon. “Total pohon yang tumbang ada 19 batang. Kami sudah mengevakuasinya supaya tidak menganggu akses publik. Saat evakuasi, listrik padam. Evakuasi dilakukan tim SAR Himalawu, SAR MTA, MDMC, Tagana, Orari, TNI, Polri, PLN, warga setempat, serta BPBD Sragen,” ujarnya.