Pemekaran 3 Kecamatan di Boyolali Tak Mengubah Dapil Pemilu

Ilustrasi simulasi pemilu. (Bisnis/Rachman)
18 Februari 2019 13:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Perubahan jumlah kecamatan di Boyolali setelah program pemekaran tiga kecamatan tidak mengubah daerah pemilihan (dapil) dalam pemilu 2019.

Pemekaran wilayah Boyolali menyebabkan jumlah kecamatan di Boyolali menjadi 22 kecamatan dari sebelumnya 19 kecamatan. Wilayah yang dimekarkan adalah Kecamatan Ampel yang menjadi Kecamatan Ampel dan Gladagsari, Kecamatan Wonosegoro menjadi Kecamatan Wonosegoro dan Wonosamodro, serta Kecamatan Musuk menjadi Kecamatan Musuk dan Kecamatan Tamansari.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali Ali Fachrudin mengatakan meskipun ada penambahan jumlah kecamatan, hal itu tidak mengubah dapil.

Kecamatan Wonosamodro tetap sebagai dapil III bersama Kecamatan Wonosegoro, Juwangi, Karanggede, dan Kemusu. Kecamatan Gladagsari tetap menjadi dapil I bersama Kecamatan Ampel, Boyolali Kota, Teras, dan Mojosongo. Kecamatan Tamansari menjadi bagian di dapil II bersama Kecamatan Musuk, Cepogo, dan Selo.

Panitia Pemilihan Kecamatan

Sesuai Surat Gubernur Jawa Tengah untuk Bupati Boyolali No. 138/0001463 perihal Kode Wilayah 3 Kecamatan di Boyolali, disebutkan bahwa Permendagri [Peraturan Menteri Dalam Negeri] Nomor 137 2017 Tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan merupakan dasar penyusunan dan penetapan dapil pemilu 2019.

“Sehubungan dengan hal itu, tiga kecamatan baru yang sudah diberikan kode wilayah itu setelah diterbitkan Permendari yang dimaksud, maka tidak dijadikan dasar untuk penetapan dapil pemilu 2019. Jadi jumlah dapilnya sama, yakni 5 dapil,” ujarnya saat ditemui di Kantor KPU Boyolali, beberapa hari lalu.

Ali menambahkan perubahan kecamatan tersebut juga sementara ini tidak menambah jumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Untuk PPK sepertinya juga tidak ada pembentukan baru di kecamatan yang baru. Tapi ini tetap akan kami konsultasikan dengan KPU Jawa Tengah,” imbuh Ali.