Puskesmas Ngemplak Boyolali yang Sering Kebanjiran akan Direlokasi ke Sobokerto

Kondisi Puskesmas Pembantu Ngemplak di Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, yang terendam genangan air, Jumat (15/2 - 2019). (Istimewa)
18 Februari 2019 06:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI—Puskesmas Pembantu Ngemplak di Desa Ngesrep, Ngemplak, Boyolali, terendam genangan air pada Jumat (15/2/2019). Akibatnya pelayanan kesehatan pada Sabtu (16/2/2019) dilakukan di halaman puskesmas.

Lantaran kerap kebanjiran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali pun berencana merelokasi puskesmas pembantu baru ke lokasi yang lebih aman.

Menurut informasi yang disampaikan Camat Ngemplak, Erma Sri Windarti, akan ada pembangunan puskesmas baru di Sobokerto untuk menggantikan fungsi puskesmas pembantu di Ngesrep.

"Nanti kan puskesmasnya pindah [ke Sobokerto]," kata Erma, kepada Solopos.com, Minggu (17/2/2019). Pembangunan puskesmas baru itu juga menjadi salah satu pembahasan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Ngemplak, Senin pekan lalu.

Sebelumnya, bidan yang tinggal di kompleks puskesmas tersebut, Diah Ayu Wulan Suci, mengatakan jika hujan deras mengguyur kawasan tersebut, air akan menggenangi puskesmas pembantu.

Genangan air mencapai kedalaman sekitar 50 cm sehingga merendam sebagian perlengkapan pelayanan seperti kursi dan meja. “Kursi dan meja puskesmas terendam separuh [ketinggian] karena airnya cukup dalam,” ujar Diah.

Genangan juga merendam perabotan rumah yang ia tinggali. “Saya juga tinggal di situ, perabotannya terendam juga. Tapi untuk barang-barang elektronik sudah kami angkat supaya tidak kena air,” imbuhnya.

Pada keesokan harinya atau Sabtu pagi, genangan air sudah surut, namun musibah itu menyisakan lumpur dan kotoran di puskesmas. Petugas langsung gotong-royong bersih-bersih puskesmas.

Parah

Meski demikian, pelayanan kesehatan belum memungkinkan dilakukan di dalam ruangan puskesmas. Padahal, pelayanan pasien harus tetap jalan. Terpaksa, pelayanan dilakukan di halaman puskesmas. “Pasien di puskesmas ini cukup banyak, rata-rata 30-40 orang per hari. Tadi pelayanan dilakukan di halaman puskesmas karena di dalam masih kotor,” imbuh Wulan.

Munculnya genangan ini bukan kali pertama. Menurut Wulan, selama 2019 sudah empat kali puskesmas itu tergenang dan kali ini yang paling parah. Genangan terjadi karena posisi puskesmas yang lebih rendah dibandingkan lahan di sekitarnya, terlebih saluran di Pasar Mangu yang terletak di sebelahnya tidak berfungsi dengan baik.

Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S. Lina, mengatakan Pemkab berencana membangun puskesmas pembantu baru di lokasi yang lebih aman dari genangan. “Kalau masih banjir, rencananya kami akan bangun puskesmas Ngemplak 2 untuk melayani masyarakat Ngemplak di sebelah barat,” ujarnya.