Setiap Selasa dan Kamis, Siswa SMP Muhammadiyah 7 Solo Harus Berbahasa Inggris

English Performance SMP Muhammadiyah 7 Solo. (Istimewa)
19 Februari 2019 04:12 WIB Agnes Yustin Roswita Solo Share :

Solopos.com, SOLO — SMP Muhammadiyah 7 Solo menerapkan English Day tiap Selasa dan Kamis. Saat English Day, siswa harus menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan belajar-mengajar.

Sekolah juga membuat ekstrakurikuler bahasa Inggris. Hasilnya SMP Muhammadiyah 7 Solo selalu mengadakan English Performances dalam tiga tahun ini. English Performances pada Sabtu (16/2/2019) lalu merupakan hasil karya Program Kelas Global yakni masing-masing kelas VII, VIII, dan IX.

Salah satu siswa program kelas global, Siti Karina Nur Ramadhani, yang merupakan anak dari Ketua Forum Komunikasi Keluarga Global angkatan V, M. Hamzah, sukses membawakan acara English Day Performances bersama kedua kakak kelasnya, Wardah Syifaul Munazzati dan Bramasetya Raka Purnama.

“English Day permintaan masyarakat sekitar dan orang tua murid untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris mereka,” kata Kepala SMP Muhammadiyah 7 Solo, Bambang Condro H., saat ditemui Solopos.com pada Senin (18/2/2019).

Setiap Selasa dan Kamis, menurut Bambang, merupakan English Day bagi 422 siswa di sekolah tersebut. Bahkan setiap Sabtu juga digelar ekstrakurikuler bahasa Inggris yang kini beranggotakan 40 siswa. Sebanyak 24 siswa di tiap kelas global merupakan hasil seleksi dari pihak sekolah. Saat English Day, seluruh siswa menggunakan bahasa Inggris. Hal itu termasuk ketika para siswa mengurus administrasi di ruang guru maupun ruang tata usaha.

English Performances untuk melatih kepercayaan diri para siswa. Mereka membutuhkan ajang aktualisasi diri untuk membuktikan kemampuan mereka di hadapan orang banyak,” kata Ketua Forum Komunikasi Keluarga Global, M. Hamzah, saat ditemui Solopos.com pada Sabtu.

Proses pembelajaran bahasa Inggris di SMP Muhammadiyah 7 Solo telah diajarkan dalam kelas global yang sudah berdiri sejak lima tahun lalu. Para siswa diajak untuk berpikir secara global, namun tidak melupakan budaya Indonesia. Bambang Condro mengharapkan para siswanya dapat meneruskan pendidikan di luar negeri.