Jumlah Rusa Taman Balekambang Solo Belum Ideal, Ini Penjelasannya

Rusa di Taman Balekambang Solo. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
19 Februari 2019 03:17 WIB Ichsan Kholif Rahman Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Jumlah rusa di Taman Balekambang saat ini belum ideal sebagai penangkaran rusa. Dalam satu teritorial rusa jantan idealnya terdapat lima ekor rusa betina. Hingga saat ini daya tampung Taman Balekambang masih sangat cukup dalam menampung rusa jenis timor itu.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Balekambang Solo, Sumeh, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya Senin (18/2/2019) siang. Menurutnya, kapasitas Taman Balekambang masih sangat cukup untuk menampung rusa-rusa milik negara itu.

“Sesuai dengan aturan Balai Konservasi Sumber Daya Alam [BKSDA] sebagai penangkar rusa dapat menyubsidi rusa kepada masyarakat yang memiliki izin menangkar rusa. Saat ini kita telah melakukan itu sebanyak delapan ekor pada bulan Desember [2018] dan bulan ini,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai penangkar memiliki kewajiban untuk memberdayakan penangkar lain. Ia menegaskan subsidi rusa bukan dikarenakan kelebihan kapasitas taman justru taman Balekambang masih dapat menampung rusa lebih banyak. Ia menambahkan banyak timbul salah paham di masyarakat bahwa rusa dapat diminta secara bebas. Ia mengaku, sebanyak 15 orang meminta rusa di Taman Balekambang, bahkan ada yang meminta untuk dikonsumsi. Untuk jenis F2 diperbolehkan untuk dikonsumsi, namun melalui prosedur khusus dan itu bukan pilihannya.

“Saat ini terdapat 20 rusa jantan 9 ekor dan betina 11 ekor hal ini belum ideal. Ini yang harus dipahami masyarakat, Mosok taman luasnya sembilan hektare menampung rusa 20 ekor tidak mampu,” imbuhnya.

Sementara itu, kawasan Taman Balekambang saat ini terdapat imbauan untuk berhati-hati pada rusa bertanduk. Menurutnya, saat ini merupakan musim kawin rusa sehingga rusa jantan bertanduk akan lebih agresif. Sehingga, apabila pengunjung berinteraksi dengan rusa jantan terlalu berlebihan dikhawatirkan rusa dapat menyerang.