Awas, Status Medsos CPNS Solo Dipantau agar Tak Singgung Politik

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo ditemani Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meninjau tes CPNS di GOR Diponegoro Sragen, Senin (29/10 - 2018). (Solopos/Kurniawan)
19 Februari 2019 11:40 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Solo Share :

 Solopos.com, SOLO—Calon pegawai negeri sipil (CP)NS)  atau calon aparatur sipil negara (CASN) Solo  formasi 2018 diminta tidak tergoda untuk berpolitik. Terlebih, mendekati pemilu April mendatang.

Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Untara, mengatakan Pemkot ingin seluruh CASN atau CPNS taat dan patuh terhadap aturan kepegawaian. Mereka dilarang terjun ke politik praktis.

“Mereka harus mengubah pola pikir sebagai abdi negara. Salah satunya, pola komunikasi terkait pilihan politik. Jangan sampai keceplosan tentang politik. Harus dihindari. Bagaimana membuat status di media sosial apa pun, status di Whatsapp. Pasti saya tegur kalau saya tahu, seketika itu juga. Jangan bicara soal politik karena ASN harus netral,” kata Untara saat ditemui wartawan seusai pembekalan di Bale Tawangarum Solo, Senin (18/2/2019).

Pembekalan diikuti 442 CASN yang sudah menerima surat keputusan (SK) pengangkatan pada Minggu (19/2/2019). Selain aturan berpolitik, dalam pembekalan juga disampaikan pentingnya kedisiplinan selama menjadi ASN. Mereka terikat aturan yang berbuah sanksi apabila dilanggar.

Untuk tugas pertama, Untara meminta mereka menguasai tugas pokok dan fungsi di organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing. Mereka juga diminta cepat beradaptasi dengan ASN lainnya. “Karena masih muda-muda, mereka harus lebih lincah lagi kerjanya. Karena ini di Solo, mereka harus memahami visi misi wali kota dan wakil wali kota, kemudian mengimplementasikan dalam program kerja di masing-masing OPD,” kata Untara.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Solo, Rachmat Sutomo, mengatakan pada akhir pembekalan, para CASN menerima SK penempatan organisasi perangkat daerah (OPD). Selanjutnya, pada Rabu (20/2/2019), mereka diserahkan ke masing-masing kepala OPD untuk menerima pembekalan lanjutan. “Senin [25/2/2019]), saya berharap mereka sudah masuk kerja sesuai formasi,” jelas Rachmat.