Ini Penyebab Transaksi Solo Great Sale di Pasar Tidak Maksimal

Ilustrasi belanja - (Antara/R. Rekotomo)
19 Februari 2019 05:40 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Nilai transaksi event bulan belanja penuh promo di Soloraya, Solo Great Sale (SGS) 2019, mencapai Rp300 miliar pada hari ke-18 event ini, Senin (18/2/2019). Panitia mendorong semua tenant aktif memberikan informasi kepada pembeli terkait program poin SGS.

Sekretaris panitia SGS 2019, David R. Wijaya, mengatakan nilai transaksi terus bertambah. "Saat ini masih sekitar Rp300 miliar. Biasanya nanti pada pekan terakhir akan banyak data yang masuk," kata dia kepada Solopos.com, Senin. Jumlah itu adalah 50% dari target Rp600 miliar.

Meski belum bisa menyebutkan data terperinci, menurut dia sektor transportasi masih mendominasi nilai transaksi SGS 2019. Dia menyebut transaksi di sektor perhotelan juga cukup bagus, namun secara pasti data transaksi baru bisa dipastikan setelah program SGS selesai digelar.

Di sisi lain, David menilai saat ini transaksi di pasar tradisional terpantau belum optimal. Menurut dia, hal itu disebabkan oleh beberapa faktor. Selain kemungkinan masih banyak pembeli yang belum menukarkan poin, kondisi di lapangan juga menjadi salah satu alasannya.

"Seperti diketahui belum lama ini Pasar Legi baru saja mengalami kebakaran. Sekarang para pedagang menempati pasar darurat yang lokasinya tersebar di beberapa lokasi. Ada kemungkinan itu menjadi kendala untuk menukarkan poin. Ada pedagang yang menempati lokasi darurat di dekat Monumen 45 Banjarsari," jelas dia.

Penempatan di pasar darurat tersebut menyebabkan beberapa lapak pedagang jauh dari lokasi penukaran poin di kantor pasar. Terkait hal itu panitia SGS terus berkoordinasi dengan lurah pasar untuk mencari upaya agar konsumen yang berbelanja mau menukarkan poin.

"Diharapkan para pedagang juga bisa terus menyosialisasikan agar masyarakat mau menukarkan poin belanja mereka," imbuh dia.

Sebelumnya, Kepala Pasar Legi Solo, Marsono, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas keamanan yang berjaga di setiap lokasi pasar darurat untuk menyosialisasikan kepada pedagang terkait penukaran poin. "Kami juga sudah sampaikan, jika memang jaraknya yang jauh kemudian perlu didatangi, akan kami upayakan," kata dia belum lama ini.