Asita Solo Sebut Objek Wisata Swafoto Masih Menjadi Daya Tarik

Pengunjung berswafoto dengan latar belakang Candi PlaosanDesa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, beberapa waktu lalu. - solopos.com / Cahyadi Kurniawan
19 Februari 2019 13:10 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Destinasi wisata instagramable masih menjadi tren saat ini. Kegiatan swafoto yang banyak digemari masyarakat saat ini menjadikan destinasi wisata yang memiliki pemandangan menarik untuk berfoto menjadi daya tarik tersendiri.

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Solo, Pri Siswanto, mengatakan daya tarik destinasi wisata sangat terpengaruh oleh segmen wisayawan. Ada beberapa kalangan yang sangat tertarik dengan destinasi yang menonjolkan budaya, namun ada juga yang tertarik dengan objek wisata kekinian. Meski begitu secara umum menurutnya saat ini destinasi yang banyak diminati wisatawan adalah destinasi yang melibatkan wisatawan. "Wisata jalan-jalan sekarang sudah banyak diminati. Selain destinasi decara fisik, bisa angkat budaya masyarakat. Belum lama ini kami juga mengenalkan destinasi di wilayah Baluwarti dimana wisatawan bisa belajar menganyam janur, kelas memasak masakan lokal dan sebagainya. Selain itu saat ini wisata foto masih selalu menarik. Orang tidak afdal kalau tidak selfie," kata dia kepada wartawan di Solo belum lama ini.

Terkait dengan minat masyarakat untuk mengunjungi tempat wisata, dia menilai setiap tahunnya selalu ada. Secara rinci dirinya tidak bisa menyebutkan jumlahnya meningkat atau tidak. Namun yang jelas tujuan wisata selalu banyak peminat. Bahkan untuk saat ini sulit untuk menentukan momentum yang menjadi puncak kunjungan wisatawan. "Untuk wisatawan mancanegara mungkin masih dipengaruhi oleh iklim di negara asalnya. Namun untuk wisatawan domestik, saat ini tidak menumpuk di satu momentum saja. Saat ini lebih merata. Sulit menentukan waktu yang menjadi puncak kunjungan," kata dia.

Dia mengatakan untuk akses wisatawan domestik saat ini cenderung tidak ada masalah. Berbeda dengan akses wisatawan mancanegara. "Solo saat ini tidak ada penerbangan langsung. Jadi untuk menjual Solo tentu tidak bisa dijual sendiri. Bisa dibarengkan dengan daerah lain, atau kerja sama dengan travel agent dari daerah lain," lanjut dia. Baginya kegiatan Bengawan Solo Travel Mart yang digelar saat ini menjadi salah satu upaya untuk menawarkan Solo dengan menjalin kerja sama para buyer dari daerah di luar Solo.

Direktur Surga Tour, Malang, Toni, mengatakan saat ini destinasi wisata instagrammable masih menjadi tren. Banyak orang ingin menunjukkan eksistensinya dengan menunjukkan foto di media sosial. "Jadi selalu kami masukkan untuk destinasi yang instagrammable itu," kata dia saaat ditemui di Karanganyar, belum lama ini. Dia juga mengatakan saat ini wisatawan khususnya untuk domestik akan selalu mencari hal-hal yang baru untuk dituju.