Kirab Obor Pengusaha Muda Jateng Menapak Tilas Karya Jokowi di Solo

Penyerahan api obor cinta untuk Jokowi dari Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) kepada pelari pertama dari Solo, Muh. Zain, di depan Waroeng Kroepoek, Jl. dr. Radjiman, Solo, Selasa (19/2 - 2019). (Solopos/Ratih Kartika)
19 Februari 2019 15:35 WIB Ratih Kartika Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Puluhan Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Untuk Joko Widodo-Ma'aruf Amin Jawa Tengah berkumpul di depan Sekretariat di Waroeng Kroepoek, Jl. dr. Radjiman, Laweyan, Solo, Selasa (19/2/2019).

Di barisan paling depan Ketua Repnas Wilayah Solo, Jimmy Soegiarto, bersama pembawa obor api cinta untuk Jokowi-Ma'aruf bersama Muh. Zain yang membawa obor api seusai diserahkan perwakilan Semarang dan seorang perempuan anggota Repnas.

Pantauan Solopos.com, peserta menyusuri Jl. Kalilarangan, Jl. Reksoniten (Gajahan), Jl. Gajah Suranto (Pasar Klewer), Jl. K.H. Hasyim Asyari (Kampung Batik Kauman), Jl. Slamet Riyadi, Jl. Jenderal Sudirman (Jensud), Jl. Rongowarsito hingga berakhir di Ngarsopuro.

Ketua Repnas untuk Jokowi-Ma'ruf Jawa Tengah (Jateng), Wijaya Dahlan, mengatakan total sepanjang 1.000 kilometer akan dilewati peserta Kirab Api Cinta untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf).

Jarak itu meliputi 15 kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng). "Kami pertama kirab di Kabupaten Grobogan saat mengambil api abadi Mrapen. Jadi 1.000 kilometer, juga ada 1.000 pengusaha dan simpatisan dalam kirab ini. Siang ini kami menuju Boyolali," ungkap Pengusaha asal Pekalongan ini kepada wartawan di Solo, Selasa (19/2/2019).

Ke-15 kabupaten/kota yang disinggahi kirab obor itu yakni Grobogan, Demak, Semarang, Solo, Boyolali, Salatiga, Ambarawa, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Cilacap, Purwokerto, Tegal, dan Pekalongan.

Kirab tersebut untuk menyuarakan kinerja Jokowi dengan lari berkeliling 15 kota dan kabupaten untuk mendukung Jokowi. "Rasanya beda sekali saat di Solo. Solo spesial, karena tanah kelahiran Pak Jokowi juga di sini [Solo] dan pernah menjadi Wali Kota Solo," jelas Wijaya.

Koordinator Repnas wilayah Solo, Jimmy Soegiarto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan secara positif dari pengusaha muda yang memiliki semangat positif dan optimistis melalui olahraga bersama.

Solo yang menjadi kota keempat diharapkan dapat menjadi napak tilas karya Jokowi ketika menjadi wali kota. Napak tilas dari keberhasilan Jokowi di antaranya Pasar Klithikan Semanggi yang fenomenal karena pemindahan PKL tanpa kekerasan, apalagi sekarang menjadi pusat onderdil kendaraan.

"Juga upaya pelestarian usaha batik melalui revitalisasi Kampung Batik Kauman dan Laweyan hingga pembenahan Ngarsapura di kawasan Pasar Triwindu," jelas Jimmy.

Divisi Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Surakarta Poppy Kusuma bersama tim dari Bawaslu Solo dan Jawa Tengah juga ikut memantau kegiatan Repnas tersebut. Poppy mengatakan kegiatan tersebut tidak diperbolehkan untuk berorasi mendukung capres.

Poppy menjelaskan mengumpulkan massa dalam jumlah banyak di tempat terbuka dan berorasi mendukung pasangan calon tertentu itu dapat masuk dalam salah satu kegiatan rapat umum sesuai UU No. 7/2017 pasal 275 pada bab metode kampanye.

Kegiatan rapat umum dapat dilakukan pada 21 hari sebelum masa tenang. "Unsur-unsur seperti itu kami lakukan pencegahan dan antisipasi saja," jelas Poppy.