Tidak Layak Huni, Rumah Warga Plesan Nguter Sukoharjo Bakal Direhab

Kondisi rumah tidak layak huni milik Tuginem, warga Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Senin (11/2 - 2019), jadi prioritas direhab. (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
19 Februari 2019 17:26 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO-Dua dingklik kayu terlihat di teras rumah berdinding gedek atau anyaman bambu. Salah satu bagian dinding rumah itu bolong. Saat hujan lebat, air hujan masuk ke dalam rumah berukuran 10 meter x tujuh meter di RT 001/RW 001, Dusun/Desa Plesan, Kecamatan Nguter. Rumah itu hanya berlantai tanah.

Rumah itu milik Tuginem yang tinggal di rumah sebatang kara sejak dua tahun lalu. Suaminya meninggal dunia setelah ditabrak sepeda motor pada dua tahun lalu. Sementara ketiga anaknya merantau ke luar Jawa.

Rumah itu merupakan salah satu rumah tidak layak huni (RTLH) di Sukoharjo. Rumah Tuginem memenuhi parameter RTLH yakni alas, dinding dan lantai (aladin) yang tak layak dihuni. “Jika turun hujan, rumah terendam air hujan yang masuk ke rumah. Saya harus mengungsi ke bagian belakang rumah saat turun hujan lebat,” kata dia, saat berbincang dengan Solopos, Senin (11/2/2019).

Tidak ada ventilasi udara di rumah itu. Kamar mandi yang terletak di bagian belakang rumah sudah rusak. Atap kamar mandi nyaris roboh sehingga tak bisa digunakan untuk mandi maupun buang air besar.

Sehari-hari, Tuginem bekerja sebagai penjual gendar pecel di Pasar Ir. Soekarno. Menjelang subuh, Tuginem sudah keluar rumah untuk mengais rezeki. Dia rela berjalan kaki kiloan meter menuju Simpang Tiga Songgorunggi di Jalan Sukoharjo-Wonogiri untuk menunggu bus menuju Sukoharjo Kota. Hasil berjualan gendar pecel digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, Kepala Desa Plesan, Wiyono, mengatakan bakal mengusulkan bantuan rehab RTLH yang bersumber dari Pemprov Jateng. Nilai bantuan rehab RTLH yang diterima setiap keluarga senilai Rp10 juta-Rp15 juta. Bantuan rehab RTLH itu digunakan untuk membeli bahan material bangunan.

Rehab RTLH bakal dikerjakan gotong royong warga setempat selama beberapa hari. “Rumah Mbah Tuginem bakal diprioritaskan direhab pada tahun ini. Kami masih menunggu pencairan dana bantuan rehab RTLH dari Pemprov Jateng,” kata dia.