Pengawas TPS Pemilu 2019 Sukoharjo Masih Kurang 799 Pelamar

ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnu Paksa)
19 Februari 2019 15:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Perekrutan petugas pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) di Kabupaten Sukoharjo yang dibuka sejak 11 Februari lalu baru terpenuhi 67%. Dari total kebutuhan 2.402 orang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo baru mendapat 1.603 pelamar.

Batas akhir pendaftaran PTPS yakni Kamis (21/2/2019). Jika kuota 2.402 itu belum terpenuhi, Bawaslu akan memperpanjang masa pendaftaran pada Senin-Rabu (25-27/2/2019).

Divisi Hukum dan Data Informasi Bawaslu Sukoharjo Muladi Wibowo mengakui masih kekurangan cukup banyak pelamar PTPS. "Sampai Senin [18/2/2019] kemarin, masih ada kekurangan 799 orang untuk memenuhi kuota kebutuhan PTPS," kata dia kepada wartawan, Selasa (19/2/2019).

Dia menduga masih kurangnya jumlah pelamar itu lebih dikarenakan terganjal persyaratan batas usia minimal 25 tahun. Padahal banyak generasi milenial dengan usia 17-25 tahun yang berminat mendaftar.

Bawaslu akan menunggu sampai batas waktu penutupan pendaftaran anggota PTPS pada Kamis besok. "Kalau sampai 21 Februari belum memenuhi kuota pelamar, kami akan mengumumkan kembali pendaftaran PTPS pada 22-24 Februari. Kemudian pendaftaran dibuka pada 25-27 Februari," katanya.

Berdasarkan catatannya, hanya dua kecamatan, yakni Bulu dan Bendosari, yang jumlah pelamarnya mencapai 100 persen dari kebutuhan. Sedangkan kecamatan dengan pelamar paling sedikit yakni Polokarto dan Baki.

"Kami berharap masyarakat yang memenuhi syarat untuk menjadi petugas TPS untuk mendaftarkan diri," pintanya.

Jika hingga batas akhir perpanjangan waktu pendaftaran jumlah pelamar belum memenuhi kuota, Bawaslu berencana melakukan perekrutan lintas wilayah. Artinya petugas TPS mengambil personel dari daerah di sekitarnya.