PKPI Lantik Pengurus 7 DPK di Soloraya dan Salatiga Periode 2019-2024

Pengurus PKPI berfoto bersama dengan Sekjen PKPI, Verry Surya Hendrawan di Hotel Pramesthi, Kartasura, Sukoharjo, Minggu (17/2 - 2019) malam. (Istimewa)
19 Februari 2019 16:07 WIB Iskandar Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) melantik pengurus tujuh daerah di Hotel Pramesthi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (17/2/2019) malam. Tujuh daerah itu masing-masing Boyolali, Salatiga, Sukoharjo, Klaten, Karanganyar, Wonogiri, dan Kota Solo.

“Ini merupakan silaturahmi sekaligus pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota [DPK] Soloraya periode tahun 2019-2024. Ini juga sebagai langkah awal PKPI untuk berkibar di Soloraya. Kami partai yang sudah cukup lama, tapi seiring perkembangan zaman mengalami turun-naik, kami tetap eksis berkontribusi kepada bangsa,” ujar Sekretaris PKPI Korwil Soloraya, Irwan Yunanto, didampingi Ketua Korwil PKPI Soloraya, Suwihara, dan Bendahara PKPI Soloraya, M. Riky.

Acara tersebut dihadiri Sekjen PKPI, Verry Surya Hendrawan; Dewan Pimpinan PKPI Jateng Ricky Ananta dan tamu undangan lainnya. Mereka yang dilantik pada acara yang dihadiri sekitar 120 orang itu masing-masing tiga orang terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara.

Menurut Irwan, konsep PKPI di bawah pimpin Diaz Hendropriyono mempunyai konsep partai yang terbuka, smart, visioner dan partai milenial. Ini mungkin yang menjadi nilai lebih dibanding partai yang lain.

Contohnya, ujar dia, pihaknya mempunyai ketua yaitu Hendropriyono yang dinilai mempunyai karakter yang nyentrik. Ketika berkumpul di satu acara pun cukup berbusana celana jin, kacamata, dan kaus. Berbeda dengan beberapa petinggi partai lainnya yang mengenakan busana formal.

“Ini bentuk karakter yang berbeda dan sangat menjual. Dengan gaya yang ringan tapi cerdas,” papar Irwan.

Menyinggung soal harapan, pihaknya berharap PKPI menjadi kuat dan solid untuk mengusung PKPI ke depan. Pihaknya juga siap mengibarkan panji-panji PKPI setinggi mungkin di Soloraya, dengan konsep berbeda.

Saat ini, kata dia, pihaknya mencoba mereformasi diri. Namun ini bukan berarti mengabaikan pengurus-pengurus sebelumnya, tapi mencoba mengubah misi yaitu menjadi partai terbuka yang tidak tersekat-sekat.

“Jadi antara dewan pimpinan pusat, depan pimpinan nasional, dewan pimpinan provinsi komunikasinya bisa lancar dan terbuka tidak ada sumbatan. Di sini tidak ada satu figur yang diagungkan sehingga kita harus kula nuwun ketika akan memajukan taruhlah caleg kita atau pemilihan ketua-ketua daerah, provinsi maupun pusat. Semuanya berdasarkan musyawarah dan mufakat, jadi kita tidak memakai titipan suara, bukan one man one vote,” kata dia.

Dia menambahkan partainya merupakan partai terbuka dan diharapkan bebas dari money politics. Selanjutnya dalam jangka pendek sebagai pengusung pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin, pihaknya berharap Jokowi masih bisa melanjutkan kepemimpinan kedua dengan terpilih menjadi presiden periode selanjutnya.