Wisata Kuliner Malam Hari di Pasar Kepuh Sukoharjo Resmi Dibuka

Pengunjung menikmati wisata kuliner di Pasar Kepuh, Kecamatan Nguter, Sabtu (16/2 - 2019) malam. Meski hujan, pengunjung tetap mendatangi pusat kuliner di jalan raya Sukoharjo/Wonogiri ini. (Solopos/Indah Septiyaning W.)
19 Februari 2019 18:18 WIB Indah Septiyaning Wardhani Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO—Wisata kuliner malam hari di Pasar Kepuh, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, resmi dibuka pada Sabtu (16/2/2019) malam. Selain menghidupkan pasar di malam hari, langkah ini sekaligus sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo dalam pengembangan wisata kuliner di Kabupaten Makmur.

Aneka makanan khas Sukoharjo dan masakan Jawa dijajakan bagi penikmat kuliner malam hari. Lurah Pasar Kepuh Widadi Nugroho optimistis pusat kuliner malam Pasar Kepuh akan ramai dan mampu bertahan sehingga bisa menjadi tumpuan masyarakat untuk peningkatan ekonomi.

“Malam ini saja meski hujan, antusiasme warga datang menikmati kuliner malam tetap tinggi. Apalagi kalau tidak hujan, pasti akan lebih ramai,” katanya ketika berbincang dengan wartawan di sela peresmian pusat kuliner.

Wisata kuliner Pasar Kepuh dibuka setiap hari, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Lokasi Pasar Kepuh yang berada di pinggir jalan raya Sukoharjo-Wonogiri dinilai mendukung pengembangan wisata kuliner di Pasar Kepuh. Pengguna jalan yang mencari kuliner malam hari bisa dengan mudah mengaksesnya. Terlebih lagi, beraneka ragam kuliner dijual di pusat kuliner aneka makanan kecil dan besar hingga minuman. Berbagai macam alternatif makanan yang disajikan diharapkan mampu menarik masyarakat untuk berkunjung.

“Aneka makanan ini seperti soto, nasi kare, gado-gado, ayam goreng, bakso, bakmi, nasi rames, sate ayam, sate kere, hik, ronde, es buah, sosis bakar, susu segar, dan lain-lain,” katanya.

Guna meramaikan pusat kuliner tersebut, pihak pengelola juga menyediakan mainan untuk anak-anak di lokasi, termasuk hiburan berupa live music. Dia mengatakan terdapat 50-an pedagang yang terdaftar sebagai pengisi stan kuliner di Pasar Kepuh. Dia yakin kuliner Pasar Kepuh akan tetap bertahan melihat antusiasme pengunjung saat pembukaan tersebut.

“Para pedagang kuliner ini merupakan pedagang yang selama ini menggelar dagangan mereka tak jauh dari lingkungan Pasar Kepuh,” katanya.

Dia mengatakan pengembangan wisata kuliner berawal dari ide pengelola mengembangkan pasar di malam hari. Nantinya diharapkan wisata kuliner malam hari bisa kondang dan dampaknya meramaikan pasar pagi hari. Konsep wisata kuliner ini diusung dengan dibuat model lesehan, memanfaatkan pelataran pasar tersebut.

"Wisata kuliner kami kembangkan dengan ide awal ingin menghidupkan pasar di malam hari. Tidak ada sewa lahan, pedagang hanya ditarik retribusi saja," katanya.

Kepala Desa (Kades) Kepuh, Narimo, menilai keberadaan pusat kuliner di Pasar Kepuh akan memberi nilai tambah untuk Desa Kepuh. Ke depan, dia juga berharap pusat kuliner malam di Pasar Kepuh ini bisa menjadi ikon bagi Desa Kepuh.